#Gaza Under AttackINTERNASIONAL

Iron Dome Israel Bisa Bobol, Ternyata Inilah Kelemahannya

Gaza (SI Online) – Ketika pertempuran antara pejuang islam di Gaza dengan militer Zionis Israel berkobar, media sosial telah dipenuhi dengan video-video sci-fi dari rudal pencegat bercahaya yang naik ke langit malam untuk mencegat roket yang masuk dalam semburan api.

Komentar seperti “Star Wars” dan “getaran invasi alien” berlimpah saat menggambarkan sistem pertahanan rudal Iron Dome.

Apa yang sebenarnya terjadi adalah pergulatan antara kekuatan berteknologi sangat tinggi dan sangat rendah, mengadu sistem canggih Israel dengan roket rakitan sederhana. Tetapi teknologi tinggi Israel mungkin tidak cukup.

Iron Dome, dibuat oleh Rafael Advanced Defense Systems, melakukan intersepsi pertamanya sepuluh tahun lalu. Perusahaan mengeklaim telah mencegat lebih dari 2.500 ancaman dengan tingkat keberhasilan lebih dari 90%.

Baca juga:

Iron Dome terdiri dari serangkaian radar pendeteksi dan pelacakan, Battle Management and Weapon Control Centers [Manajemen Pertempuran dan Pusat Kontrol Senjata] dan unit penembakan rudal tak berawak. Unit tersebar, memungkinkan Iron Dome menutupi area maksimum.

Radar mendeteksi dan melacak beberapa proyektil yang masuk; Sistem Manajemen Pertempuran kemudian menentukan apakah setiap proyektil merupakan ancaman, dan menetapkan satu atau lebih pencegat. Setiap peluncur membawa 20 rudal Tamir yang masing-masing beratnya sekitar 200 pon dan memiliki jangkauan lebih dari 40 kilometer. Harganya diperkirakan masing-masing antara USD20.000 (Rp286 juta) hingga USD100.000 (Rp1,4 miliar).

Iron Dome sangat efektif, dan sebagian besar roket yang baru-baru ini ditembakkan oleh Hamas berhasil dicegat. Namun, beberapa berhasil lolos juga, dengan laporan terkini 10 orang tewas dan ratusan lainnya terluka. Artinya, Iron Dome bisa dibobol juga.

Roket dari Hamas di disebut kurang canggih. Salah satu nama asli yang diusulkan untuk Iron Dome adalah Anti-Qassam, di mana Qassam adalah sebutan untuk roket yang dibuat oleh Hamas.

Roket-roket Hamas telah menjadi lebih besar selama bertahun-tahun tetapi desainnya tidak berubah. Itu diproduksi secara lokal, komponen utamanya adalah bodi, yang merupakan pipa panjang baja atau aluminium dengan sirip dilas di atasnya. Ini diisi dengan bahan bakar roket yang dibuat dengan mencampurkan pupuk dengan gula cair. Roket tersebut dilengkapi dengan hulu ledak bahan peledak buatan sendiri, dan detonatornya ditambahkan.

Roket Qassam milik Hamas tidak memiliki sistem pemandu, dan ditembakkan dari rangka logam sederhana, juga buatan sendiri. Versi aslinya memiliki panjang sekitar enam kaki dan berat 80 pon dengan hulu ledak 18 pon, tetapi hanya memiliki jangkauan dua mil. Yang terbesar sekarang berbobot lebih dari 100 pon—masih cukup kecil untuk dipasang dan diluncurkan oleh dua orang—dan memiliki jangkauan lebih dari 20 mil. Namun, bahkan ini jauh lebih kecil daripada rudal Tamir yang mencegatnya, dan harganya hanya beberapa ratus dollar.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Back to top button