#Bebaskan PalestinaNASIONAL

Israel Tolak Palestina Merdeka, HNW Desak Tekanan Internasional Diefektifkan

Jakarta (Suaraislam.id) — Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Hidayat Nur Wahid, (HNW) menilai penolakan Israel terhadap berdirinya negara Palestina merdeka kembali memperlihatkan wajah asli pemerintah Israel yang dinilainya anti-perdamaian.

HNW merujuk pada sikap terbuka Perdana Menteri Israel pada 10 Agustus lalu yang menolak berdirinya Palestina sebagai negara merdeka, sekaligus penolakan Israel terhadap 15 poin proposal perdamaian yang dinyatakan dalam Board of Peace (BoP).

Menurut HNW, sikap tersebut kembali menunjukkan bahwa Israel terus bermanuver untuk menggagalkan berbagai upaya yang diarahkan pada terciptanya perdamaian di kawasan.

“Sikap arogan dan penolakan Israel itu selain membuka kembali kedoknya, sejatinya juga justru menampar wajah Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang merupakan inisiator dan pemimpin dari BoP,” ujar HNW melalui siaran pers di Jakarta, Senin (17/8/2026).

Karena itu, HNW mendesak delapan Menteri Luar Negeri negara-negara pendukung BoP—Turki, Mesir, Arab Saudi, Pakistan, Indonesia, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), dan Yordania—tidak berhenti pada pernyataan bersama.

Kedelapan negara tersebut sebelumnya telah mengeluarkan pernyataan bersama pada 16 Agustus yang secara tegas menolak sikap Israel yang menolak berdirinya negara Palestina dan tidak memenuhi kesepakatan perdamaian yang telah disepakati.

HNW meminta pernyataan tersebut segera diikuti langkah yang lebih efektif agar tujuan perdamaian kawasan dapat benar-benar diwujudkan, termasuk terwujudnya Palestina sebagai negara merdeka melalui skema solusi dua negara dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota.

“Negara-negara anggota BoP ini juga perlu serta mendesak agar Donald Trump dan dunia internasional melakukan tekanan yang lebih efektif dan lebih kuat, dan bila perlu disertai dengan ancaman sanksi yang tegas,” tegasnya.

Menurut HNW, tekanan tersebut diperlukan agar Israel benar-benar melaksanakan kesepakatan damai, membuka akses bantuan kemanusiaan, serta memungkinkan pembangunan kembali Gaza.

HNW menilai penolakan Israel terhadap rencana perdamaian BoP menjadi persoalan serius bagi Amerika Serikat. Pasalnya, Donald Trump disebut sebagai inisiator sekaligus pemimpin BoP.

Karena itu, HNW menilai Trump semestinya mengambil langkah lebih tegas terhadap pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

“Sudah sewajarnya bila tekanan terhadap Israel, terutama atas Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, harus semakin efektif dilakukan sendiri oleh Donald Trump,” ujarnya.

HNW juga mengapresiasi sikap Kementerian Luar Negeri RI yang melalui juru bicaranya telah menyampaikan penyesalan dan penolakan terhadap sikap Israel yang dinilainya anti-perdamaian.

Menurutnya, sikap tersebut perlu diperkuat dengan peran diplomasi Indonesia yang lebih maksimal, terutama dalam mengorkestrasi tekanan internasional terhadap Israel.

“Apalagi dengan momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, saatnyalah Pemerintah Indonesia untuk membuktikan komitmennya untuk kemerdekaan Palestina serta janjinya kepada para pimpinan ormas Islam,” kata HNW.

Ia juga menilai momentum tersebut penting untuk menjawab kritik berbagai pihak di dalam negeri, terutama para aktivis pro-Palestina, terkait keputusan Indonesia bergabung sebagai anggota BoP.

1 2Laman berikutnya
Back to top button