Israel Tolak Palestina Merdeka, HNW Desak Tekanan Internasional Diefektifkan
“Pemerintah tentunya tidak tinggal diam ketika rencana perdamaian yang telah digagas oleh BoP akhirnya malah ditolak mentah-mentah oleh Israel,” tegasnya.
HNW menilai kelompok perlawanan di Palestina justru cenderung responsif dan menerima proposal perdamaian tersebut. Karena itu, menurutnya, persoalan utama bukan terletak pada pihak Palestina, melainkan pada sikap Israel.
“Jadi, inti persoalannya adalah sikap Israel yang memang anti segala bentuk perdamaian, dan berusaha untuk terus menguasai dan menjajah Jalur Gaza dan bahkan memperluas wilayah jajahannya ke kawasan Palestina di luar Gaza seperti Tepi Barat dan Yerusalem,” ujarnya.
Jika kondisi tersebut dibiarkan, HNW menilai bukan hanya penjajahan yang akan terus berlangsung, tetapi juga cita-cita berdirinya negara Palestina merdeka akan semakin terancam.
Padahal, menurut HNW, Palestina hingga saat ini telah diakui oleh 157 negara anggota PBB.
Karena itu, ia berharap Pemerintah Indonesia, khususnya melalui Kementerian Luar Negeri, memanfaatkan momentum peringatan kemerdekaan Indonesia untuk memperkuat diplomasi bagi kemerdekaan Palestina.
“Dalam suasana memperingati kemerdekaan Indonesia, agar dalam rangka membayar utang kepada Palestina berupa kemerdekaan Palestina, agar menjadi momentum untuk melakukan komunikasi yang lebih efektif dengan negara-negara pendukung BoP dan khususnya dengan Amerika Serikat,” katanya.
HNW secara khusus meminta Presiden Donald Trump diingatkan bahwa upaya perdamaian yang digagasnya justru menghadapi penolakan dari Netanyahu.
“Presiden Donald Trump perlu diingatkan bahwa ‘usahanya’ untuk menciptakan perdamaian itu justru dihalangi dan ditolak oleh PM Netanyahu yang konon dikenal dekat dan mendengarkan Donald Trump,” tukasnya.
Menurut HNW, hal tersebut menjadi semakin penting karena Trump disebut sebagai tokoh yang menginisiasi pembentukan BoP, yang kemudian disetujui menjadi Resolusi 2803 Dewan Keamanan PBB.
Jika Israel tetap menolak atau tidak mematuhi rencana perdamaian yang disampaikan BoP sesuai mandat Dewan Keamanan PBB, HNW menilai persoalan tersebut semestinya dikembalikan kepada DK PBB.
“Sudah sewajarnya bila hal ini dikembalikan kembali ke DK PBB, agar Israel bisa dikenakan sanksi yang tegas dan keras,” ujarnya.
Lebih jauh, HNW meminta Amerika Serikat tidak lagi menggunakan hak vetonya untuk melindungi Israel apabila sikap Israel memang bertentangan dengan kebijakan Amerika Serikat sendiri.
“Karena sikap Israel yang kali ini tidak sejalan dengan kebijakan Amerika Serikat, maka kali ini juga Amerika Serikat mestinya tidak lagi mempergunakan hak vetonya untuk membela Israel,” tegasnya.
HNW berharap tekanan internasional tersebut pada akhirnya mampu menghadirkan perdamaian sebagaimana yang diharapkan Presiden Trump, masyarakat Gaza, dan delapan negara pendukung BoP.
Tujuannya, kata HNW, jelas: bantuan kemanusiaan dapat masuk ke Gaza, serangan militer dihentikan, Gaza dibangun kembali, dan negara Palestina yang merdeka dapat berdiri. []






