AKHLAK

Jangan Jual Agama demi Dunia

Niat yang ikhlas karena Allah Ta’ala dan selalu menjaga sikap istiqomah dalam beragama itu merupakan hal yang teramat penting agar Allah Ta’ala selalu menjaga hati agar teguh didalam agamaNya.

Betapa banyak kita jumpai ahli ilmu maupun ahli ibadah yang keluar dari jalan yang lurus, mereka tergerus dengan manisnya dunia sehingga berani menjual agamaNya, sungguh mengerikan ketika kita membaca peringatan dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana beliau bersabda,

عن أبي عبدالرحمن عبدالله بن مسعود رضي الله عنه قال حدثنا رسول الله صلى الله عليه وسلم وهو الصادق المصدوق ” إن أحدكم يجمع خلقه في بطن أمه أربعين يوما نطفة ثم علقه مثل ذلك ثم يكون مضغة مثل ذلك , ثم يرسل إليه الملك فينفخ فيه الروح , ويؤمر بأربع كلمات : بكتب رزقه , وأجله , وعمله , وشقي أم سعيد . فوالله الذي لا إله غيره إن أحدكم ليعمل بعمل أهل الجنة حتى ما يكون بينه وبينها إلا ذراع فيسبق عليه الكتاب فيعمل بعمل أهل النار , وإن أحدكم ليعمل بعمل أهل النار حتى ما يكون بينه وبينها إلا ذراع فيسبق عليه الكتاب فيعمل بعمل أهل الجنة

Dari Abu ‘Abdirrahman Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, bahwa Rasulullah telah bersabda, – dan beliau adalah orang yang jujur dan dibenarkan – “Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya dalam rahim ibunya selama 40 hari berupa nutfah, kemudian menjadi ‘alaqoh (segumpal darah) selama itu juga lalu menjadi mudhghoh (segumpal daging) selama itu juga, kemudian diutuslah malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya lalu diperintahkan untuk menuliskan 4 hal: rezeki, ajal, amal dan celaka/bahagianya. Maka demi Allah yang tiada Ilah selain-Nya, ada seseorang diantara kalian yang mengerjakan amalan ahli surga sehingga tidak ada jarak antara dirinya dan surga kecuali sehasta saja, kemudian ia didahului oleh ketetapan Allah lalu ia melakukan perbuatan ahli neraka dan ia masuk neraka. Ada diantara kalian yang mengerjakan amalan ahli neraka sehingga tidak ada lagi jarak antara dirinya dan neraka kecuali sehasta saja. kemudian ia didahului oleh ketetapan Allah lalu ia melakukan perbuatan ahli surga dan ia masuk surga.” (HR. Al Bukhari)

Begitulah ketika seseorang beramal dengan didasari niat bukan karena Allah, amalan ahli surga yang dia amalkan hanya sebatas dalam pandangan manusia, padahal amalan ahli surga yang sebenarnya menurut Allah, belumlah ia amalkan.

Sementara orang yang beramal dengan amalan ahli surga secara benar, ikhlas dan penuh keimanan, Maka Allah Ta’ala yang maha adil, maha penyayang pasti akan meneguhkan imannya dan memasukannya kedalam surga.

Allah Ta’ala, berfirman:

يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَفِى الْأَاخِرَةِ  ۖ وَيُضِلُّ اللَّهُ الظّٰلِمِينَ  ۚ وَيَفْعَلُ اللَّهُ مَا يَشَآءُ

Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh (dalam kehidupan) di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.” (QS. Ibrahim 14: Ayat 27)

Ibnu Rajab rahimahullah berkata : “ Perkataan Menurut pandangan manusia memberikan isyarat terhadap sisi batin ( tersembunyi ) berlainan dengan apa yang nampak. Bahwa akhiran yang jelek dikarenakan kejelekan yang ada di dalam (batin ) kepada hamba tersebut. Yang mana orang-orang tidak mengetahuinya. Mungkin dari amalan yang jelek atau yang semisalnya. Itulah perangai tersembunyi yang menjadikan dia syu’ul khotimah ( akhiran yang jelek) ketika meninggal dunia. Begitu juga ada orang yang melakukan amalan ahli neraka, akan tetapi dalam hatinya ada perangai tersembunyi yang baik. Sampai perangai tersebut bisa mengalahkan waktu akhir hayatnya sehingga dia mendapatkan husnul khotimah.

Wallahu a’lam

Abu Miqdam
Komunitas Akhlaq Mulia

Tags

Artikel Terkait

BACA JUGA
Close
Back to top button
Close
Close