RESONANSI

Jokowi dan Nasionalis (Kiri) Berkuasa, Sudah Selayaknyakah Dijatuhkan?

Dan kini ketika membuncah adanya wacana kemunculan penundaan Pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden tiga periode yang awalnya dikemukakan oleh tiga anggota partai oligarki itu terus menuai dukungan seolah menjadi sistemik awalnya dirasakan sebagai “available” oleh kalangan pengusaha dan dunia usaha, disusul oleh para kementerian di kabinetnya, bahkan yang teranyar dukungan itu datang dari APDESI dari para Kepala Desa, meskipun disinyalir seperti “dukungan sintetis, jadi-jadian”. Ironisnya, Jokowi yang semula sudah membuat pernyataan akan taat kepada konstitusi, adanya pernyataan dukungan tersebut membuat berada di titik terendah ambiguitasnya seolah banyak memberikan angin yang sudah pasti akan membuat segar situasi dan kondisi bangsa dan negara yang sesungguhnya sudah sangat kegerahan dengan banyak hal “kebohongan” dan “kegagalan” yang telah sekian banyak dibuatnya.

Jadi, pilihannya Jokowi sebagai Presiden sudah pasti tidak akan bisa di-impeachment, tetapi bisa dijatuhkan oleh kekuatan rakyat. Belakangan, ketika para mahasiswa kembali melakukan demonstrasi-demonstrasi melakukan perlawanan dan tuntutan hingga di hari ini 11 April 2022 merupakan titik awal dari gelombang tsunami demonstrasi protes mereka, itulah dimulai pula tengah berlangsungnya proses penjatuhan Presiden dari singgasananya jika tuntutan tersebut tidak secara signifikan diindahkan oleh pemerintahan Jokowi.

Dan apakah di hari-hari ke depan —mahasiswa yang selalu agen pengubah, partner dan patron rakyat sudah pasti akan menjadi magnet yang mampu akan menarik simpati dan empati rakyat lain secara keseluruhan sehingga akan menjelma menjadi kekuatan gelombang tsunami “People Power” sebenarnya, seperti 1998 yang mampu menjatuhkan Soeharto yang sekalipun telah berkuasa sangat panjang 32 tahun? Kita akan lihat dan buktikan kejatuhannya. Wallahu a’lam Bisshawab.

Dairy Sudarman., Jurnalis senior, pemerhati politik dan kebangsaan.

Laman sebelumnya 1 2 3 4

Artikel Terkait

Back to top button