#Great March of ReturnINTERNASIONAL

Jurnalis Gaza Gelar Aksi Tolak Blokade

Gaza (SI Online) – Puluhan jurnalis di Gaza Palestina menggalang aksi menolak blokade Zionis yang telah berlangsung selama 13 tahun pada Rabu (2/10/2019).

Para wartawan dari berbagai kalangan berkumpul di persimpangan Saraya di pusat Kota Gaza, berbaris menuju pos pemeriksaan Beit Hanoun (Erez) di Jalur Gaza utara.

Kepala Kantor Informasi Pemerintah, Salameh Maarouf dalam pernyataanya mengatakan, acara dilakukan untuk menyerukan para jurnalis Palestina agar tetap dalam perjuangan mereka menghadapi blokade Israel yang tidak adil.

Maarouf menjelaskan, efek bencana yang diakibatkan blokade ini mencakup semua aspek kehidupan di Jalur Gaza, termasuk para jurnalis, yang sering diserang dan secara sengaja menjadi sasaran tembak mereka.

Dia mengatakan, pelanggaran terhadap jurnalis, diantaranya dengan mencegah para wartawan melakukan reportase perstiwa di lapangan, disamping melarang evakuasi korban luka untuk dirawat di Tepi Barat atapun keluar negeri. Mereka juga mencegah masuknya peralatan keselamatan kerja ke Gaza.

Dia menambahkan, “Hari ini kami mengangkat suara sehubungan dengan Hari wartawan Palestina, untuk mengatakan kepada Zionis sebagai penanggung jawab semua bencana dan kesengsaraan Palestina selama ini”.

Maarouf menyalahkan komunitas internasional karena gagal melindungi rakyat Palestina dan jurnalis dari serangan tentara Israel dan tidak mampu membuat komitmen dengan mereka agar menghentikan serangannya.

Kebenaran Tidak Akan Pernah Hilang

Pemimpin Front Rakyat Hani Al-Thawabteh mengatakan, “Pengepungan Israel atas Gaza dan pelanggarannya yang berkelanjutan terhadap jurnalis tidak akan mengaburkan kebenaran dan transfer narasi Palestina ke dunia.

Ia menambahkan, “para pejang media ini adalah ksatria kebenaran. Kejahatan yang sedang berlangsung di tanah Palestina harus dihentikan dan dunia harus menyeret penjajah Israel ke pengadilan kriminal internasional atas kejahatan-kejahatan selama ini terhadap para jurnalis.”

Dia menyerukan untuk memberikan keamanan profesional bagi jurnalis, menyediakan alat untuk keselamatan kerja dan membebasakan pengepungan tidak adil yang diberlakukan di Jalur Gaza.

sumber: infopalestina

Artikel Terkait

Back to top button