SUARA PEMBACA

Kasus Perundungan Terus Terjadi, Begini Solusi Islam

Bak gunung es, kasus perundungan (bullying) terus terjadi. Baru-baru ini, dugaan kasus perundungan yang menyebabkan patah tangan siswa kelas 3 SD di Sukabumi, Jawa Barat mencuat dipublik (Kompas.com, 09/12/2023).

Hal demikian terjadi juga di SMAN 26 Jakarta, ada 12 siswa yang dibully kakak kelas mengalami perlakuan kekerasan hingga patah tulang (tribunnews.com, 08/12/2023).

Pun berita duka yang dikeluarkan Kementerian PPA atas meninggalnya siswa kelas 6 SD di Bekasi akibat korban perundungan turut menambah panjang daftar keprihatinan di dunia pendidikan (news.detik.com, 09/12/2023).

Kasus perundungan menjadi dosa besar dunia pendidikan, karena terdapat kasus perundungan pada hampir setiap sekolah. Sebuah studi PISA menyatakan bahwa Indonesia masuk dalam peringkat 5 besar dari 78 negara yang tersurvey dengan kasus perundungan tertinggi di dunia.

Ada 42 persen pelajar yang berusia 15 tahun di Indonesia menjadi korban perundungan dalam waktu satu bulan. Dengan rincian 14% pengancaman, 15% mengintimidasi, 18% kasus fisik, 19% penculikan, 20% berita buruk, 22% penghinaan.

Perundungan belum juga berhenti meski sudah dibentuk satgas di berbagai satuan pendidikan.

Hal ini menunjukkan adanya kesalahan cara pandang kehidupan yang hari ini menggunakan sistem sekulerisme dan salahnya melihat akar masalah persoalan. Ditambah buruknya sistem pendidikan yang menjauhkan dari agama sehingga lahir generasi yang buruk pula perilakunya.

Diperparah buruknya lingkungan sekitar seperti gaya hidup hedonism dikalangan terpelajar, konten media menjadi inspirator perundungan. Game online, misalnya, menyuguhkan banyak adegan kekerasan fisik. Hilangnya fungsi keluarga sebagai pendidik utama.

Islam agama sempurna dan paripurna yang mampu menyelesaikan kasus perundungan. Islam akan membentuk individu yang bertakwa, masyarakat yang saling peduli, dan negara yang menerapkan aturan Islam kaffah.

Berikut cara Islam menyelesaikan kasus perundungan:

Pertama, Islam mengajarkan agar umatnya berlaku baik kepada sesama. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah suri teladan umat muslim dengan kesempurnaan akhlaknya. Inilah yang akan mengilhami perbuatan seseorang, ia akan mengontrol dirinya agar tidak mencelakai orang, sebaliknya ia akan menjadi sebaik-baik manusia, yaitu yang bermanfaat bagi manusia lainnya.

Kedua, keluarga yang dibangun dengan landasan akidah Islam akan mengantarkan keluarganya menuju derajat sakinah mawadah dan rahmah. Rumah akan menjelma menjadi baiti jannati, tempat para penghuninya saling menguatkan keimanan. Ibu akan menjadi madrasatul ula bagi anak-anak mereka, mencurahkan kasih sayangnya dan menancapkan ilmu agama bagi anak-anak mereka.

1 2 3Laman berikutnya

Artikel Terkait

Back to top button