OASE

Khusyu Shalat, Raih Keutamaan Kualitas Hidup

Tidak ada perintahnya dalam hidup ini untuk memperbanyak kerja. Yang diperintahkan untuk diperbanyak adalah dzikir mengingat Allah. Juga tidak ada perintah untuk mencari rezeki. Yang ada adalah ayat yang menyuruh shalat Jumat dulu, baru bertebaran mencari fadhl dari Allah. Fadhl ini artinya bonus.

Jadi, setelah shalat Jumat itu sebenarnya rezeki sudah disiapkan. Sudah ada. Tinggal mengejar fadhl-nya yaitu bonusnya. Itu pun diikuti dengan perintah untuk senantiasa berzikir mengingat-Nya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam juga tidak pernah mengambil keputusan besar dalam urusan apa pun kecuali sebelumnya, beliau mendirikan shalat dua rakaat. Dan itu diikuti oleh para sahabat.

Imam Bukhari tidak akan menulis hadits yang akan memberikan dampak yang besar dalam kehidupan umat kecuali dengan shalat dua rakaat.

Sementara seorang sahabat besar di jaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah dikabari bahwa anak kesayangannya meninggal dunia. Sedangkan ia dalam perjalanan dinas yang dipercayakan oleh Rasulullah saw.

Dia sangat bingung antara meneruskan misi yang dipercayakan kepadanya dengan pulang dan mengurus sendiri pemakaman anak tersayangnya untuk yang terakhir kali.

Sahabat ini kemudian turun dari kudanya dan mendirikan shalat dua rakaat untuk menentukan pilihan mana yang harus diambilnya. Setelah mendirikan shalat, ada ketenangan yang luar biasa menjalari hatinya.

Tak lama kemudian, datang kabar bahwa pemakaman anaknya telah dilangsungkan dengan baik dan lancar. Keluarganya juga telah menerima musibah ini dengan sabar dan tidak ada kesulitan yang berarti terjadi pada mereka.

Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami apa yang kita baca dalam shalat. Sebab, bagaimana bisa khusyu bila artinya saja tidak tahu.

Ada tiga posisi dimana kita bisa benar-benar merasakan kekhusyuan dan kenikmatan di dalam shalat.

Pertama adalah posisi berdiri. Pahami dan nikmati bacaan yang kita ucapkan ketika dalam posisi berdiri. Bila kondisi ini terjadi dalam shalat, maka kita tidak akan ingin cepat-cepat menyelesaikan bacaan dan juga tidak ingin selalu membaca surat yang “itu-itu” saja.

Laman sebelumnya 1 2 3 4Laman berikutnya

Artikel Terkait

Back to top button