LAPORAN KHUSUS

Kisah Imam Ali, Dai Sabah yang Mengislamkan 10 Ribu Orang

Tantangan Dakwah

Sudah sunnatullah, dakwah akan selalu ada tantangannya. Namun itu bisa dilalui oleh Ali. Menurutnya, setiap ada ujian kita harus selalu ingat bahwa ujian yang menimpa Rasulullah SAW itu jauh lebih berat. Dalam perjalanan dakwahnya, pernah di masjid kampungnya dimasukkan babi sehingga jemaah berhamburan. Tetapi perlakuan tersebut tidak direspon dengan kemarahan, si pelaku dipanggil dan mengatakan bahwa perbuatan itu dilakukan oleh orang yang tidak berpendidikan dan kalau perbuatan itu dilakukan lagi akan membuat Tuhan murka dan khawatir akan ditimpakan bala sehingga membuat si pelaku jera. Ali juga pernah dilempar tulang babi sampai dikepung orang yang membawa samurai, tetapi alhamdulillah selamat.

Cerita dakwah yang paling berkesan

Menurutnya, yang paling berkesan dalam kerja dakwah ketika bersama-sama membuat majelis taklim dan mengajak semua orang kampung, baik orang Islam dan bukan Islam. Program tersebut ia namakan “Kampung Dakwah”. Bahkan pernah masuk ke kampung yang menolak Islam, namun Ali dan kawan-kawan masuk dengan membuat kegiatan sosial. Akhirnya bisa masuk bahkan sampai menginap di kampung tersebut sampai satu pekan. Selama satu pekan itulah diambil peluang untuk menyampaikan ajaran Islam.

Diantara cerita dakwahnya, salah satu yang berkesan juga ketika ada pendeta yang mengancam jika anaknya yang sedang kuliah masuk Islam maka akan datangi Imam Ali pakai samurai, ternyata tiga minggu kemudian anaknya pulang ke rumah sudah jadi Muslim dan memakai hijab. Anaknya ternyata masuk Islam karena kesadaran sendiri, bukan hasil dakwah Imam Ali. Kata Ali, jika sudah masuk Islam itu tidak boleh keluar lagi. Pendeta itu marah dan bahkan mengancam membunuh anaknya pakai samurai, kata Ali kalau gara-gara anak masuk Islam itu harus dibunuh berarti agama ayahnya itu tidak benar. Singkat cerita, akhirnya ancaman itu tidak dilaksanakan dan kemudian hari hubungan ayah anak itu membaik dan berapa tahun kemudian sang ayah masuk Islam. Ia masuk Islam karena terkesan sikap anaknya yang paling baik diantara anak yang lain, setiap pergi selalu cium tangan dan paling sayang dan peduli kepada orang tuanya.

Juga cerita tentang bapak mertua Imam Ali yang menjadi penasihat gereja, sebelum meninggalnya ia ingin masuk Islam karena tertarik dengan kebiasaan umat Islam yang selalu Yasinan setiap malam jumat. Di momen Yasinan itu dia selalu mendengar jemaah orang Islam mendoakan kedua orang tuanya, itulah yang bikin sang mertua mendapatkan hidayah. Ia ingin juga selalu didoakan karena perlakuan itu tidak ada di agamanya. Ada lagi orang yang bermimpi seperti ingin masuk ke tempat yang sangat indah namun ada dua penjaga yang menghalaginya, kata dua penjaga itu, kalau masuk ke tempat yang indah itu harus menemui Imam Ali dulu. Singkat cerita, orang itu kemudian mencari Ali dan akhirnya memeluk agama Islam.

Nasihat dari Imam Ali

Baginya jika bergerak dari rumah untuk kerja dakwah itu artinya Allah memberi peluang untuk lebih dekat denganNya, karena kalau di rumah akan banyak pikiran dan disibukkan dengan urusan dunia. Seperti ketika umroh, di sana akan disibukkan dengan ibadah. Insyaallah kalau kita mendekat kepada Allah maka urusan dunia pun akan mudah.

red: adhila

Laman sebelumnya 1 2 3

Artikel Terkait

Back to top button