OPINI

Mengapa Penguasa Kesulitan Meneroriskan Munarman?

Tindakan keras baru dilakukan oleh Front setelah pelanggar aturan (khususnya aturan moralitas terkait tempat pelacuran, tempat hiburan ilegal, minuman keras, dlsb) tidak menggubris peringatan tertulis yang mereka sampaikan. Bahkan, sebelum mereka melakukan apa-apa, Front biasanya melaporkan kepada aparat penegak hukum kalau ada pelanggaran yang mereka jumpai. Baru setelah aparat tidak bertindak, personel Front turun tangan.

Terorisme jauh dari konsep ‘nahi munkar’ (cegah kejahatan) yang dilakukan oleh Front, H125, Munarman, dan jemaah mereka. Mereka bukan orang liar dan bukan pula orang bodoh yang melakukan tindakan teror dengan alamat lengkap organisasi.

Pelanggaran HAM berat KM-50 benar-benar menggelisahkan para penguasa. Cepat atau lambat, kebenaran akan terungkap. Sebagai pengacara yang handal dan punya banyak jaringan, Munarman sangat berpotensi untuk menggali kebenaran KM-50. Satu-satunya cara cepat bagi pengausa untuk mencegah itu adalah menteroriskan Munarman.

Namun, sekali lagi, publik tidak percaya Munarman teroris. Yang percaya hanya para buzzer penguasa seperti Denny Siregar, Abu Janda dan gerombolan mereka.[]

2 Mei 2021

Asyari Usman, Penulis wartawan senior.

sumber: facebook asyari usman

Laman sebelumnya 1 2

Artikel Terkait

Back to top button