RESONANSI

Merajut Ukhuwah dengan Meningkatkan Keimanan

Padahal, Islam telah memberikan umatnya panduan berupa Al-Qur’an dan Sunnah melalui Rasulullah Saw. Panduan tersebut telah lengkap dan menyeluruh. Sebagai pewaris nabi, para ulama juga telah menjabarkannya. Keduanya seperti rel yang manusia tinggal berjalan mengikuti arahnya. Termasuk persoalan ukhuwah.

Lantas pertanyaannya, bagaimana cara berukhuwah bagi seorang muslim?

Untuk menjawabnya, ada baiknya kita cermati surat Al-Hujurāt ayat 10: “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara…”.

Artinya, ikhwah atau persaudaraan dalam makna yang sebenarnya, terjadi apabila dirinya telah mencapai derajat mukmin, bukan muslim. Sebab kata Imam Nawawi, “setiap mukmin adalah muslim, tapi setiap muslim belum tentu mukmin” (Nawāwy, Al-Minhāj; Shahīh Muslim bi-Syarhin-Nawāwy, 148)

Oleh karena itu, meningkatnya keimanan yang tumbuh dari kesadaran batin seseorang adalah bagian dari faktor untuk mempercepat terwujudnya persaudaraan insani. Sebab, tali ikatan keimanan merupakan tali pengikat yang lebih kuat dibandingkan pengikat lainnya. Di zaman Rasul, hal itu telah dicontohkan kaum Anshor dan Muhajirin.

Maka untuk berukhuwah, sudah sepatutnya kita merenungkan kembali; Sejauh ini apakah kita beriman ataukah hanya berislam?

Wallahu A’lam.

Royyan Bachtiar, Mahasiswa Universitas Faith Sultan Mehmet, Istanbul

Laman sebelumnya 1 2

Artikel Terkait

Back to top button