NUIM HIDAYAT

Merenungi Makna Surat al Mulk (1)

Ini adalah sesuatu yang ghaib, yang mata kita tidak bisa menginderanya. Syetan memang menggunakan segala cara untuk bisa menggoda manusia dan menariknya agar bersama-sama ‘menikmati panasnya neraka’. Maka ia mencoba mencuri-curi ‘berita dari langit’, tapi ia dihalau oleh malaikat. Yang jelas setan dan Iblis itu ada di neraka. Hanya manusia yang bodoh yang mau diajak setan masuk neraka.

Apa hikmahnya adanya setan, Iblis dan neraka? Ya hikmahnya agar manusia menjaga diri tidak masuk ke dalam golongannya. Mereka yang masuk dalam jaringan Iblis/setan, pasti perilakunya buruk dan merusak manusia lain dan alam semesta ini. Perbuatan-perbuatan yang disukai setan pasti perbuatan buruk, seperti: zina, mencuri, memperkosa, merampok, berjudi, berbohong, minum minuman keras dan lain-lain. Perbuatan yang diridhai Allah dan disukai Malaikat, pasti perbuatan baik, seperti: beribadah (shalat), jujur, suka menolong orang, dakwah, jihad dan lain-lain.

وَلِلَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِرَبِّهِمْ عَذَابُ جَهَنَّمَۗ وَبِئْسَ الْمَصِيْرُ اِذَآ اُلْقُوْا فِيْهَا سَمِعُوْا لَهَا شَهِيْقًا وَّهِيَ تَفُوْرُۙ تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ الْغَيْظِۗ كُلَّمَآ اُلْقِيَ فِيْهَا فَوْجٌ سَاَلَهُمْ خَزَنَتُهَآ اَلَمْ يَأْتِكُمْ نَذِيْرٌۙ قَالُوْا بَلٰى قَدْ جَاۤءَنَا نَذِيْرٌ ەۙ فَكَذَّبْنَا وَقُلْنَا مَا نَزَّلَ اللّٰهُ مِنْ شَيْءٍۖ اِنْ اَنْتُمْ اِلَّا فِيْ ضَلٰلٍ كَبِيْرٍ

Dan orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, memperoleh azab Jahannam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali. Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu menggelegak, hampir-hampir (neraka) itu terpecah-pecah lantaran marah. Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan (orang-orang kafir), penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka: “Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?” Mereka menjawab: “Benar ada”, sesungguhnya telah datang kepada kami seorang pemberi peringatan, maka kami mendustakan(nya) dan kami katakan: “Allah tidak menurunkan sesuatupun; kamu tidak lain hanyalah di dalam kesesatan yang besar.” (al Mulk: 6-9)

.Ya mereka yang tidak mengakui atau tidak mengikuti para Nabi (termasuk Nabi Muhammad Saw), mereka akan masuk neraka. Bagaimana dengan orang-orang yang tidak tahu kebenaran Nabi, karena mereka tiap hari hanya menerima informasi yang buruk tentang Islam (Nabi Muhammad)? Jawabannya wallahu a’lam bishawab. Allah Yang Maha adil yang akan mengadili tiap orang, sejauh mana ia tahu atau tidak keberadaan Nabi dan sejauh mana ia mau mengikuti atau tidak kepada beliau. Allah tidak menzalimi hamba-hambaNya yang banyak berbuat baik di dunia ini.

Memang dalam Al-Qur’an dinyatakan Al Isra’ ayat 15 Allah menyatakan, ”Barangsiapa berbuat sesuai dengan petunjuk (Allah), maka sesungguhnya itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barang siapa tersesat maka sesungguhnya (kerugian) itu bagi dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, tetapi Kami tidak akan menyiksa sebelum Kami mengutus seorang Rasul.”

Rasul atau Nabi ada yang disebut namanya oleh Allah, dan ada yang tidak. Maka dalam memutuskan seseorang masuk surga atau neraka kita harus hati-hati. Yang jelas seorang Muslim semua masuk surga, meski ia melakukan dosa besar. Ia akan masuk neraka lebih dulu, sebagai balasan dosa besarnya (bila tidak taubat), kemudian masuk surga. Sedangkan orang-orang kafir jelas akan masuk neraka. Terutama orang-orang kafir yang tidak mau mencari kebenaran dan banyak berbuat jahat. Pertanyaannya bagaimana dengan orang kafir yang banyak berbuat baik, dan ia tidak tahu Nabi Muhammad itu Nabi yang benar, karena tiap hari ia hanya mendengar dan membaca kejelekan-kejelekan Nabi Muhammad yang diinformasikan dari lingkungannya? Menurut saya, Allah Yang Mengetahui jawabannya. Yang jelas Allah Maha Adil dan tidak akan menzalimi hamba-hambaNya. Surat al Isra’ ayat 15 di atas, perlu kita renungkan dengan sungguh-sungguh, ”…Kami tidak akan menyiksa sebelum Kami mengutus seorang Rasul.”

Yang jelas, Allah jamin surga adalah orang-orang mukmin (Islam). Orang-orang kafir tidak dijamin masuk surga dalam Al-Qur’an. Maka masuk Islam lah kalau ingin di akhirat mendapat surga. Allah SWT befirman, “Katakanlah, “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami, dan kepada apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya, dan kepada apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta kepada apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka, dan kami berserah diri kepada-Nya (Muslimun).” 

Al-Qur’an menyatakan, “Sungguh, orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Mereka itu adalah sejahat-jahat makhluk. Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.” (al Bayyinah 6-8)

وَقَالُوْا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ اَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِيْٓ اَصْحٰبِ السَّعِيْرِ فَاعْتَرَفُوْا بِذَنْۢبِهِمْۚ فَسُحْقًا لِّاَصْحٰبِ السَّعِيْرِ

Dan mereka berkata: “Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala”. Mereka mengakui dosa mereka. Maka kebinasaanlah bagi penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala. (al Mulk 10-11)

Ya orang-orang kafir adalah orang-orang yang akalnya rusak. Mereka tidak menggunakan inderanya dengan benar untuk merenungi ayat-ayat Allah. Bila mereka mau mengkaji sejarah dunia dengan benar dan mengkaji Al-Qur’an dengan serius, pasti mereka masuk Islam. Keingkaran mereka terhadap Al-Qur’an dan Nabi Muhammad adalah karena kedengkian yang ada dalam dirinya atau sifat sombong yang melekat padanya. Kekafiran itu bisa juga terjadi karena khawatir kehilangan pengikut, khawatir kehilangan harta benda dan lain-lain.

Laman sebelumnya 1 2 3 4Laman berikutnya

Artikel Terkait

Back to top button