RESONANSI

Negara Minta Maaf pada Soekarno?

PDIP yang hanya mendapat suara 19,33% pada Pemilu 2019 menimbulkan berbagai tuntutan termasuk Negara minta maaf pada Soekarno. Bayangkan jika PDIP dapat suara lebih dari itu?

Nanti jika partai keluarga Soeharto pula yang dapat 20 persen suara Pemilu ada pula isu Negara harus minta maaf dan begitulah seterusnya berlaku bagaikan konflik Dinasti Umayah dan Dinasti Abbasiyah yang tiada kesudahan.

Orang bijak mengatakan kita hanya perlu mengalokasikan pikiran kita sebanyak 20% untuk masa lalu dan masa depan. Sementara yang 80% lagi adalah tentang karya dan prestasi sekarang.

Di saat negara lain sudah sampai ke bulan dan menciptakan berbagai kecanggihan sains dan teknologi, kita masih berputar di lingkaran yang sama bagaikan serindit.

Untuk Indonesia yang lebih baik, menurut hemat saya anak bangsa harus mampu menghentikan “konflik” orde lama dan orde baru dan turunannya dengan memilih Presiden yang bukan lagi berasal dari warna kedua rezim tersebut.

Jadikan sejarah masa lalu sebagai guru yang mengajar kita melalui kehidupan hari ini untuk masa depan bersama yang lebih baik.

Lagipun mantan pemimpin tertinggi negara yang dipenjara bukan hanya berlaku pada Soekarno.

Sebut saja Arroyo dan Marcos mantan Presiden Filipina, Park Geun dan Lee Myung mantan Presiden Korea Selatan, Rouseff dan Da Silva serta Michel Temer mantan Presiden Brazil, Thaksin dan Yingluck mantan PM Thailand, dan Sarkozy mantan Presiden Prancis.

Kemudian Khaleda mantan PM Bangladesh, Jacob Zuma mantan Presiden Afrika Selatan, Chen Shui mantan Presiden Taiwan, Olmert mantan PM Israel, Toledo mantan Presiden Peru dan terbaru Najib mantan PM negara tetangga kita Malaysia

Dan semoga nanti ada mantan Presiden kita yang dipenjara karena korupsi dan salah guna kuasa agar dapat dijadikan guru pengalaman yang berharga bagi anak cucu kita.

Berikut adalah cuplikan tesis master saya bidang politik Islam di Universiti Malaya Kuala Lumpur Malaysia yang saya hilangkan footnote nya supaya tidak terlalu panjang:

1 2 3 4 5Laman berikutnya

Artikel Terkait

Back to top button