NASIONAL

Pelajaran dari Al-Qur’an Agar Tidak Menjadi Ulama Su’

Bogor (SI Online) – Cendekiawan Muslim Prof Dr KH Didin Hafidhuddin menjelaskan tentang ulama. Menurutnya, ulama ada dua macam. Pertama ulama baik yang lurus dan ikhlas, kedua ulama yang su’ (ulama yang buruk).

“Ulama su’ itu dia menggunakan ilmunya untuk kepentingan pribadi, bukan untuk kepentingan agama. Bahkan ada kecenderungan membenarkan yang salah dengan dalil-dalil yang dimilikinya,” jelas Kiai Didin dalam kajian online di Kalam TV, Ahad (14/2/2021).

Di dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa orang yang paling takut kepada Allah adalah ulama. Ulama juga adalah figur yang harus dekat dengan umat.

“Ulama harus mengerti tentang problematika umat dan menjadi contoh kebaikan bagi umat. Bukan menjual atas nama umat untuk kepentingannya, tapi justru ia dekat dengan umat dan menyelesaikan masalah umat,” kata Kiai Didin.

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu mengajak untuk merenungi firman Allah di dalam surat Ali Imran ayat 7 dan 8. Kedua ayat ini, khususnya direnungi para ulama agar istiqamah dalam kebenaran dan perjuangan Islam.

Allah SWT berfirman: “….Dan orang-orang yang ilmunya mendalam berkata, “Kami beriman kepadanya (Al-Qur’an), semuanya dari sisi Tuhan kami.” Tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang yang berakal.” (Ali Imran ayat 7)

(Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.” (Ali Imran ayat 8).

“Di surat Ali Imran ayat 7 setelah Allah menjelaskan orang yang mendalam ilmunya, di ayat berikutnya ayat memohon doa agar terhindar dari kesesatan. Artinya tidak ada jaminan kita akan selamat walaupun ilmunya banyak, oleh karena itu kita harus senantiasa berdoa minta istiqomah dalam ketakwaan,” jelas Kiai Didin.

red: adhila

Artikel Terkait

Back to top button