SURAT PEMBACA

Pemimpin Harus Jujur dan Amanah

Di antara ciri kepemimpinan yang diridhoi Allah adalah pemimpin yang jujur, amanah dan bertanggung jawab. Sehingga pemimpin tersebut mampu menjadikan rakyatnya semakin bertakwa kepada Tuhannya, pemimpin yang mampu melindungi rakyatnya dari segala bentuk keburukan, kezaliman, ketidakadilan, penjajahan, perpecahbelahan, permusuhan dan keterpurukan.

Itulah karakter pemimpin yang akan mengundang turunnya keberkahan dari Allah Subhanahu wata’ala, karena dari kepemimpinannya akan menjadikan rakyat warga bangsanya semakin bertakwa dan dekat kepada Tuhannya.

Oleh karena itulah Allah menurunkan pernyataan dan janjinya, Allah SWT telah berfirman:

وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰۤى اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَـفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَالْاَرْضِ وَلٰـكِنْ كَذَّبُوْا فَاَخَذْنٰهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ

Dan sekiranya penduduk negeri-negeri mau beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi jika mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 96)

Dalam masalah kepemimpinan ini Rasulullah s.a.w pernah bersabda:

اِذَا أَرَدَاللهُ بِقَوْمٍ خَيْرًا وَلَّى عَلَيهِم حُلَمَاءَهُمْ، وَقَضَى بَيْنَهُمْ عُلَمَاؤُهُمْ، وَجَعَلَ الْمَالَ فِى سُمَحَائِهِمْ. وَأِذَا اَرَادَبِقَوْمٍ شَرًّا وَلَّى عَلَيْهِمْ سُفَهَاءَهُمْ، وَقَضَى بَيْنَهُمْ جُهَّالُهُمْ، وَجَعَلَ الْمَالَ فِى بُخَلَاءِهِمْ. (الدّي لامى)

“Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi suatu bangsa, maka dijadikan pemimpin-pemimpin mereka orang-orang yang bijaksana, dan dijadikan ulama-ulama mereka yang mengendalikan hukum & peradilan, Allah juga jadikan harta perbendaharaan di tangan orang-orang dermawan. Tetapi jika Allah menghendaki kehancuran suatu bangsa, maka dipilihlah pemimpin-pemimpin mereka dari orang-orang sufaha (dungu), hukum dikendalikan oleh orang-orang yang dzalim (jahil), dan harta benda dikuasai oleh segelintir orang yang bakhil” (HR. Ad Dailami).

Oleh karena itu, kita harus menjadi warga negara yang ikut bertanggung jawab terhadap terciptanya kemakmuran negeri ini, dengan cara ikut memilih pemimpin yang cerdas, amanah dan bertanggung jawab. Yaitu pemimpin yang didukung oleh ulama dan yang taat kepada ulama, sehingga ulama-ulamanya dijadikan pengendali hukum, bukan pemimpin yang mengadali ulama dan mengendalikan ulamanya.

Ingat, jangan salah dalam memilih pemimpin. Pertimbangannya dalam masalah ketakwaan kepada Allah, itu harus dinomor satukan, tapi dalam memilih pemimpin cukup diprioritaskan di nomor dua saja. In sya Allah, Allah bakal turunkan Rahmat-Nya.

Semoga Allah meridhoi perjuangan umat dan rakyat negeri ini dan memberikan kemenangan kepada kita bangsa ini, sehingga bangsa ini diberkahi Allah dengan memberikan kemakmuran, menjadi jaya dan dihormati di hadapan masyarakat bangsa-bangsa di dunia. Aamiin.

Salam ukhuwah

Willyuddin Abdul Rasyid Dhani

Artikel Terkait

Back to top button