OASE

Siapkan Diri untuk Kehidupan Hakiki

Karena, akhiratlah yang seharusnya mendapatkan porsi terbesar dalam setiap keputusan dan aktivitas kita. Barulah dunia.

Di akhirat nanti banyak orang yang menyesal karena kurang bersungguh-sungguh menghadapi sidang pertanggungjawaban di hari kiamat nanti.

Tentunya, semua penyesalan itu sudah terlambat. Orang yang menyesal berkata, “Mengapa aku tidak menyiapkan diri untuk hidupku yang sekarang.”

Oleh karena itu, bagi kita yang masih diberi kesempatan oleh Allah Azza wa Jalla hingga hari ini, marilah kita selalu mengingat akan hari dimana bumi akan diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat bertubi-tubi hingga bumi menjadi rata.

Semua manusia akan dikumpulkan. Manusia saat itu sangat ketakutan. Ini adalah hari pertemuan yang sangat mencekam. Allah ketika itu menyidang hamba-hamba-Nya dengan kebesaran-Nya. Tanpa ada yang terlewatkan dan tanpa ada kebohongan.

Semua detik kehidupan diputar ulang beserta penghitungan. Para malaikat menjadi panglima. Tidak ada yang mampu berkata-kata. Semua diam dan tunduk.

Bersyukurlah kita menjadi umat Rasulullah Muhamad Shallallahu ‘alaihi wasallam. Dalam riwayat Jami Ash-shaghir, Rasulullah bersabda, “Akulah yang hari itu diperkenankan untuk pertama kalinya bersujud. Setelah itu barulah orang-orang beriman yang akan bersujud.”

Orang yang beruntung hidupnya di hari itu adalah orang ittiba’ (mengikuti) kepada beliau. Hari itulah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam akan mengenali umatnya karena wajah mereka bersinar karena banyak berwudhu.

Yang menerima rapotnya dengan tangan kanannya. Yang di keningnya ada bekas-bekas tanda sujud. Yang memiliki cahaya di depannya, di belakangnya, kanan, kiri, atas, dan di bawah tubuhnya.

Lalu apa yang kini harus kita lakukan? Saat ini juga, ubahlah orientasi hidup kita. Ingalah bahwa kehidupan yang hakiki sejatinya ada di akhirat. Bukan di dunia. Dunia ini hanyalah tempat untuk mencari bekal terbaik untuk hidup di akhirat.

Deteksi kondisi diri dengan dua dari enam rukun iman yaitu beriman kepada Allah dan beriman kepada yaumil akhir; untuk memastikan kita on the track to go to akhirat atau tidak.

Laman sebelumnya 1 2 3 4Laman berikutnya

Artikel Terkait

Back to top button