NUIM HIDAYAT

Surat Terbuka untuk Presiden Jokowi

Ketiga, para ulama itu membawa ajaran yang mencerahkan akal. Akal mereka difungsikan dengan pelajaran membaca Al-Qur’an (kitab suci umat Islam). Mereka belajar dengan sungguh-sungguh membaca Al-Qur’an yang penuh dengan keindahan. Setelah mereka bisa membaca, mereka diajari membaca artinya. Membaca maknanya. Baik makna yang tersurat maupun tersirat. Makna yang difahami oleh akal yang sederhana maupun akal yang mendalam.

Mereka terkagum-kagum bahwa ketika mau ibadah kepada Allah, harus bersuci terlebih dahulu. Mereka harus wudhu membersihkan muka, tangan dan kaki. Mereka harus menutup aurat. Mereka harus menyamakan dalam menghadap Allah, yaitu ke Ka’bah.

Mereka juga terkagum-kagum, Islam menyuruh kasih sayang dengan manusia lainnya. Memberikan zakat atau sedekah, baik kepada yang minta-minta ataupun yang tidak meminta (karena malu untuk minta-minta). Menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda. Berbakti kepada orang tua yang telah mengayomi sejak kecil. Dilarang membunuh orang lain, tanpa alasan yang dibenarkan Al-Qur’an (Hadits). Membunuh dibolehkan apabila seseorang mau dibunuh, mau dirampok, mau diperkosa dan lain-lain.

Mereka juga takjub kepada Islam, ketika Islam mengajarkan puasa. Puasa Ramadhan sebulan penuh dan puasa sunnah lainnya. Puasa Senin, Kamis, Puasa Daud dan lain-lain. Puasa yang menjadikan tubuh makin sehat, puasa yang menjadikan tumbuhnya empati pada orang miskin, fakir dan lain-lain. Selain itu puasa juga menyebabkan akal makin tercerahkan. Manusia tidak disibukkan dengan kebutuhan jasmani, tapi disibukkan hal yang lebih tinggi yaitu kebutuhan ruhani. Dengan puasa ruh atau ruhaninya menjadi tercerahkan.

Keempat, Islam datang dengan membawa budaya berpikir, budaya ilmu, budaya sastra. Dengan diajari Al-Qur’an, mereka menjadi tajam fikirannya. Karena Al-Qur’an mengajarkan berfikir manusia. Ayat yang pertama turun kepada Rasulullah adalah surat al Alaq.

Surat yang berisi perintah membaca. Membaca tulisan, membaca alam semesta. Membaca bahwa alam semesta dan makhluk seisinya di dunia ini ciptaan Tuhan (Allah). Membaca, meneliti asal usul kehidupan. Dari mana manusia diciptakan, untuk apa hidup di dunia ini dan mau kemana setelah mereka mati.

Kita semua diciptakan Allah Yang Maha Kuasa segalanya. Ibu bapak kita hanya sebagai perantara. Di dunia ini kita diperintahkan untuk beribadah kepadanya. Ibadah dalam arti luas. Belajar, bekerja, mewarnai dunia ini agar selaras dengan Kehendak Yang Maha Kuasa. Mewarnai dunia ini agar terbentuk kedamaian, keadilan dan kemakmuran.

Kita semua akan mati. Dan ketika mati, kita tidak membawa harta benda. Kita berada pada alam yang lain (alam akhirat). Yang kita bawa hanya amalan kita. Ibadah kita, sedekah kita, zakat kita, perbuatan baik kita dan seterusnya. Beruntunglah mereka yang banyak melakukan perbuatan baik dan merugilah mereka yang banyak melakukan perbuatan buruk. Kecuali orang-orang yang taubat, menjauhi perbuatan-perbuatan buruk yang pernah mereka lakukan.

Dengan adanya surga dan neraka, maka manusia menjadi ‘takut berbuat buruk’ kepada manusia lain atau kepada penciptaNya. Bila tidak ada surga dan neraka, kemungkinan manusia akan saling membunuh, merampok, memperkosa atau menzalimi orang lain. Surga dan neraka ini adalah ‘rahmat Allah’ yang diberikan kepada manusia yang beriman.

Maka Nabi Muhammad Saw menyatakan bahwa manusia yang memeluk Islam, meyakini adanya Allah, mereka masuk surga semuanya, meski ada dosa di tubuhnya. Mungkin mereka masuk neraka dulu untuk mencuci dosanya dan kemudian masuk surga, setelah bersih dosanya (kecuali orang-orang yang bertobat dari dosa-dosanya secara sungguh-sungguh ketika di dunia, maka mereka bisa langsung masuk surga).

Ajaran Islam yang logis ini –mencerahkan akal dan menentramkan jiwa- menjadikan masyarakat berbondong-bondong masuk Islam. Masyarakat Nusantara saat itu diajari langsung untuk membaca dan memahami Al-Qur’an. Hadits-hadits Rasulullah pilihan diajarkan kepada mereka agar semakin cinta kepada Al-Qur’an.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5Laman berikutnya

Artikel Terkait

Back to top button