SPORTS

Tekanan Publik Irlandia Menguat, Desak FAI Batalkan Seluruh Pertandingan Lawan Israel

Dublin (Suaraislam.id)— Pengunjuk rasa yang menolak pertandingan Irlandia melawan Israel dalam Nations League menghentikan laga tim kesayangannya saat bertanding melawan Austria pada Kamis (1/10/2026) dengan melemparkan bola-bola tenis ke dalam lapangan.

Wasit Allard Lindhout langsung menghentikan laga dan meminta para pemain melakukan jeda hidrasi segera setelah bola-bola yang bergambar bendera Palestina mendarat di rumput, saat Irlandia unggul 1-0 pada menit ke-19.

Troy Parrott telah membuka keunggulan pada menit ke-12 lewat gol individu yang ciamik, mengelotok bola di antara dua kaki seorang bek lawan dan mengelabui bek lainnya sebelum melepaskan tembakan di antara kaki penjaga gawang.

Pertandingan dilanjutkan kembali setelah jeda empat menit. Laga kemudian berbalik dengan Austria mengambil alih kendali permainan hingga Parrott mengubah skor menjadi 2-0 melalui titik penalti—memantul tiang kanan sebelum babak pertama usai.

Sebelum insiden itu, seorang pria berupaya menerobos masuk ke dalam lapangan tetapi dihentikan oleh petugas keamanan. Lembaga penyiaran Irlandia, RTE, melaporkan bahwa pria tersebut membawa bendera Palestina.

Para pengunjuk rasa juga berkumpul sebelum pertandingan karena aksi kejahatan militer Israel di Gaza. Sekelompok kecil pengampanye dari inisiatif “Stop the Game” mendirikan posko di dekat stadion dan membentangkan bendera Palestina serta spanduk untuk mendukung pemain Irlandia, Gavin Bazunu, yang memutuskan pada Sabtu untuk memboikot kedua pertandingan timnya melawan Israel.

Ireland Palestine Solidarity Campaign mengorganisasi unjuk rasa di luar stadion, serta di beberapa wilayah lain di negara tersebut.

Merek mendesak Irlandia untuk memboikot sisa pertandingan Nations League melawan Israel—yang merupakan laga “kandang” Irlandia, meskipun dijadwalkan berlangsung tanpa penonton di Backa Topola, Serbia, pada Minggu.

Asosiasi Sepak Bola Irlandia (FAI) memindahkan pertandingan tersebut ke tempat netral atas “alasan operasional” pada Juni menyusul desakan boikot yang meluas. Langkah ini juga menyusul mosi FAI sendiri pada November sebelumnya yang menyerukan UEFA untuk melarang Israel dari kompetisi klub dan internasional.

Inisiatif “Stop the Game”, yang pada Rabu menerbitkan surat terbuka kepada skuad dan pelatih Heimir Hallgrimsson meminta mereka untuk tidak bertanding pada Minggu, juga meminta pemerintah Irlandia dan FAI untuk membatalkan pertandingan tersebut.

Irlandia sebelumnya telah memainkan laga “tandang” melawan Israel di Debrecen, Hungaria, pada Minggu lalu, ketika para pemain Irlandia mengenakan pita hitam di lengan dan mencetak tiga gol pada babak pertama untuk menang 3-0.

Para pemain berdiskusi selama berjam-jam sehari sebelumnya mengenai apakah mereka harus bertanding atau tidak, setelah Bazunu memberi tahu pelatih pada pagi harinya bahwa ia ingin mundur dari kedua pertandingan tersebut.

1 2Laman berikutnya
Back to top button