Teror Pogrom di Tepi Barat: Warga Ditembak, Rumah Dirusak, Jurnalis Dianiaya Tentara Zionis
Jakarta (Suaraislam.id) — Para pemukim Israel di bawah perlindungan tentara Israel menyerang para petani yang sedang memanen zaitun, membakar pohon-pohon zaitun, dan menahan puluhan warga di Tepi Barat yang diduduki.
Pogrom pada Sabtu tersebut berlangsung di kebun-kebun zaitun di Desa Abu Dis, Kota Awarta, dan kawasan Az-Zahra di Kota Beita, serta beberapa lokasi lainnya, berdasarkan laporan tim jurnalis di lapangan.
“Ketika kami tiba pagi ini, sekelompok pemukim bertopeng yang berjumlah sekitar 50 orang mendekat. Mereka melempar batu dan menyerang sebuah rumah,” ungkap seorang relawan asal California yang membantu komunitas Palestina memanen zaitun dan meminta identitasnya dirahasiakan kepada Al Jazeera.
“Tak lama kemudian, para pemukim itu diikuti oleh tentara yang datang dan mengumpulkan seluruh warga Palestina serta para relawan yang sedang memanen zaitun, lalu memerintahkan para relawan untuk pergi. Mereka mendudukkan warga di tanah di bawah ancaman senjata dan memaksa kami keluar dari lokasi,” tambah relawan tersebut.
Jurnalis Dianiaya
Sementara itu, pasukan Israel menahan dan menganiaya sejumlah jurnalis di kawasan Jabal Qamass di Beita, sebelah selatan Nablus, sebagaimana dilaporkan oleh tim wartawan di lapangan.
Rekaman video Al Jazeera mengabadikan momen saat para pemukim menghancurkan sebuah kendaraan milik warga Palestina di Osarin. Video lain memperlihatkan detik-detik pemukim bersenjata menyerang rumah warga Palestina di Beita.
Di Desa Osarin, Nablus, pasukan Israel menembakkan gas air mata ke arah warga Palestina dan para jurnalis, menyerang rumah-rumah, melempar batu ke kendaraan, serta menganiaya beberapa penduduk desa, demikian dilaporkan kantor berita Palestina, Wafa.
Media Palestina melaporkan sejumlah warga berusaha membalas dan menghalau serangan para pemukim. Serangan ini merupakan bagian dari pogrom yang lebih luas terhadap warga Palestina di seluruh Tepi Barat yang kian intensif sejak Februari.
Sejak Israel melancarkan perang genosida di Gaza pada Oktober 2023, pihak Israel telah membunuh 1.212 warga Palestina di Tepi Barat, termasuk 254 anak-anak. Sebagian besar pembunuhan dilakukan oleh tentara, sementara lebih dari seperempatnya dilakukan oleh para pemukim.
Otoritas Palestina menyatakan bahwa 30 warga Palestina telah dibunuh oleh para pemukim sejak awal 2026. Angka ini menjadi yang tertinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya sejak 2022. []
Sumber: Aljazeera.com






