#PSBB JakartaNASIONAL

Tes Swab Keluarga Perawat RSCM yang Meninggal Ditangani Dinkes DKI, Pagi Tes Ulang Malam Keluar Hasilnya

Jakarta (SI Online) – Secara tidak langsung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ingin menunjukkan betapa tes swab COVID-19 yang dilakukan Kementerian Kesehatan sangatlah lama.

Akibat lamanya hasil tes itu, mengakibatkan nasib orang-orang yang dites mengalami ketidakpastian. Mereka harus diisolasi mandiri dan tidak boleh bekerja.

Hal ini diceritakan Anies Baswedan melalui akun media sosialnya, Ahad 10 Mei 2020.

Anies bercerita, pada Rabu lalu dirinya dipertemukan dengan Syahrul Rahmadi di acara “Mata Najwa.” Syahrul adalah suami dari almarhumah Ninuk Dwi, perawat RSCM, tenaga medis pertama di Indonesia yang gugur dalam tugas melawan COVID-19.

Dalam pertemuan itu, kata Anies, Syahrul bercerita mengenai kesulitan yang ia dan keluarga hadapi pasca meninggalnya sang istri. Delapan orang keluarganya menjadi ODP dan diambil tes swab bulan Maret, namun hingga sekarang lebih dari 40 hari kemudian ia belum mengetahui hasilnya. Akibat ketidakpastianitu ia tidak bisa bekerja, dan seluruh anggota keluarganya masih dalam isolasi mandiri.

Menurut Anies, hal tersebut tidak bisa dibiarkan, keluarga tenaga kesehatan yang ditinggalkan tidak boleh terbebani lagi oleh hal-hal semacam ini.

“Esoknya, hari Kamis kami kirim tim dari Dinkes DKI untuk mengambil ulang tes swab pada seluruh keluarganya di Bekasi. Hasil tes swab oleh Labkesda DKI langsung keluar malam itu juga, dan alhamdulillah seluruh anggota keluarga pak Syahrul dinyatakan negatif. Mereka bisa kembali beraktivitas,” kata Anies.

Pemprov DKI, lanjut Anies, sebagai dukungan kepada tenaga kesehatan COVID-19 sejak Maret 2020 telah memberikan tambahan insentif, akomodasi di hotel milik DKI, dan termasuk fasilitas transportasi bus TransJakarta khusus tenaga medis.

View this post on Instagram

Rabu lalu dipertemukan dengan Pak Syahrul Rahmadi di @MataNajwa, beliau suami dari almarhumah Ninuk Dwi, perawat RSCM, tenaga medis pertama di Indonesia yg gugur dalam tugas melawan COVID-19.⁣ ⁣ Pak Syahrul bercerita mengenai kesulitan yang ia dan keluarga hadapi pasca meninggalnya sang istri. Delapan orang keluarganya menjadi ODP dan diambil tes swab bulan Maret, namun hingga sekarang lebih dari 40 hari kemudian ia belum mengetahui hasilnya. Akibat ketidakpastian ini ia tidak bisa bekerja, dan seluruh anggota keluarganya masih dalam isolasi mandiri.⁣ ⁣ Ini tidak bisa dibiarkan, keluarga tenaga kesehatan yang ditinggalkan tidak boleh terbebani lagi oleh hal-hal semacam ini. Esoknya, hari Kamis kami kirim tim dari Dinkes DKI untuk mengambil ulang tes swab pada seluruh keluarganya di Bekasi.⁣ ⁣ Hasil tes swab oleh Labkesda DKI langsung keluar malam itu juga, dan Alhamdulillah seluruh anggota keluarga pak Syahrul dinyatakan negatif. Mereka bisa kembali beraktivitas.⁣ ⁣ Sebagai dukungan kepada tenaga kesehatan COVID-19, sejak Maret 2020 Pemprov DKI telah memberikan tambahan insentif, akomodasi di hotel milik DKI, dan termasuk fasilitas transportasi bus TransJakarta khusus tenaga medis.⁣ ⁣ Sebagai bentuk hormat kami, selain santunan kematian, bagi putra-putri dari tenaga kesehatan COVID-19 yang gugur, Pemprov DKI juga akan menjamin seluruh biaya pendidikannya sampai kuliah. ⁣ ⁣ Kami menyadari sebesar apapun santunan, jaminan sosial tidak akan pernah bisa menyamai perjuangan dan pengorban para tenaga medis ini. Pada mereka kami haturkan rasa hormat dan rasa terima kasih yang tak terhingga. ⁣ ⁣ Ibukota bangga pada ibu, bapak, dan rekan-rekan semua.

A post shared by Anies Baswedan (@aniesbaswedan) on

“Sebagai bentuk hormat kami, selain santunan kematian, bagi putra-putri dari tenaga kesehatan COVID-19 yang gugur, Pemprov DKI juga akan menjamin seluruh biaya pendidikannya sampai kuliah,” tambahnya.

“Kami menyadari sebesar apapun santunan, jaminan sosial tidak akan pernah bisa menyamai perjuangan dan pengorban para tenaga medis ini. Pada mereka kami haturkan rasa hormat dan rasa terima kasih yang tak terhingga,” kata Anies.

red: shodiq ramadhan

Artikel Terkait

Back to top button