DAERAH

Tolak Patung Bung Karno, Ulama Ciamis Sampaikan Surat Terbuka untuk Gubernur Jabar

Dalam Riwayat lain dikatakan:

إن أشدَّ النَّاسِ عَذَابًا عِندَ الله يَوْمَ الْقِيَامَةِ الْمُصَوْرُونَ

“Sesungguhnya orang yang peling berat siksanya di sisi Allah pada hari kiamat adalah al mushowwirun (pembuat gambar).” (HR. Bukhari no. 5950 dan Muslim no. 2109)

2. Dari sisi histori dalam rentang sejarah perjalanan manusia budaya pembuatan patung selalu dilakukan oleh manusia-manusia yang mempunyai keyakinan menyimpang dari ajaran Tauhid, seperti halnya yang dilakukan oleh orang-orang Jahiliah membangun patung Lata, Uza & Mana

3. Skala Prioritas, membaca situasi dan kondisi ekonomi masyarakat Jawa Barat yang masih banyak kesulitan memenuhi kebutuhan hidup dan sulitnya mencari pekerjaan juga infrastruktur jalan-jalan di Jawa Barat serta sarana umum termasuk sarana pendidikan yang masih jauh dari kata layak dan memadai. Selain itu pembangunan di Jawa Barat yang masih jauh dari kata sempurna.

4. Kultur budaya Jawa Barat, mengingat membaca dan memperhatikan kultur budaya Jawa Barat yang religius dan mayoritas muslim alangkah tidak etisnya pembuatan patung setinggi 21 M.

Berkaitan hal tersebut di atas, kami berkesimpulan bahwa pembuatan patung IR. Soekarno setinggi 21,5 Meter dengan Anggaran 15 M sangat dikhawatirkan dalam pandangan syariat di kemudian hari akan terjadi penyimpangan manusia mendewa-dewakan sosok yang di patungkan, seperti yang terjadi dalam sejarah masa lalu.

Alangkah bijak dan baiknya apabila tujuan dan niat baik menghormati pahlawan dan menggali heroisme kepahlawanan serta mengabadikan jejak perjuangan sosok pahlawan, dipublikasikan lewat tulisan-tulisan yang dibukukan dan dibagikan kepada masyarakat Jawa Barat, itu jauh lebih baik dalam membangun peradaban masyarakat Jawa Barat.

Dari sisi besarnya anggaran, alangkah baiknya apabila anggaran sebesar itu lebih diprioritaskan untuk membangun sarana umum dan sarana pendidikan atau membangun sentra-sentra ekonomi masyarakat kecil yang sedang terpuruk.

Alangkah baik dan indahmya bila Bapak Gubernur Jawa Barat yang notabene cucu seorang ulama besar ketika akan membuat satu kebijakan atau tindakan yang berkaitan dengan kepentingan publik, berkonsultasi kepada para ulama minta saran kepada kiai di Jawa Barat agar kebijakannya tidak menimbulkan resistensi dan kegaduhan di masyarakat.

Laman sebelumnya 1 2 3Laman berikutnya

Artikel Terkait

Back to top button