TELADAN

Umar dan Fitnah Laki-Laki Tampan

Allah SWT memberikan karunia berupa ketajaman firasat kepada sejumlah sahabat Nabi Muhammad Saw. Satu di antara sahabat yang memiliki firasat tajam itu adalah khalifah kedua, Amirul Mukminin Umar bin Khathab. Banyak ayat Al-Qur’an yang turun membenarkan sikap dan pendapat Umar ra itu.

Selain diberikan firasat yang luar biasa oleh Allah SWT, Umar bin Khathab juga dikaruniai kecerdasan yang luar biasa dalam mengambil kebijakan atau memutuskan suatu persoalan.

Salah satu kisah yang menunjukkan kecerdaan Umar ra ini ditulis oleh Mukmin Hasan Asy-Syabalanji dalam kitabnya, “Nur Al-Abhsar fi Manaqib Ali Bait An-Nabiy Al-Mukhtar”, yang dikutip oleh Syekh Muhammad Khubairi dalam kitabnya yang diterjemahkan berjudul, “Kecerdasan Fuqaha dan Kecerdikan Khulafa.” Buku ini diterbitkan oleh Pustaka Al-Kautsar.

Begini kisahnya. Suatu malam Khalifah Umar keluar untuk memeriksa keadaan rakyatnya secara diam-diam. Ia mendengar seorang wanita melantunkan sebait syair:

“Adakah jalan bagiku untuk mereguk arak
Adakah celah untukku memiliki Nashr bin Hajjaj?”

Paginya, Umar memerintahkan seseorang untuk mencari laki-laki bernama Nashr bin Hajjaj yang disebut-sebut oleh wanita tersebut.

Setelah dibawa kepadanya, Umar mendapatinya sebagai pemuda yang sangat tampan, rambutnya begitu indah. Maka Umar pun menyuruhnya agar mencukur rambutnya.

Namun, setelah dicukur, pemuda tersebut malah lebih tampan. Maka Umar memerintahkannya supaya mengenakan sorban. Dengan sorban, ternyata ia menjadi lebih tampan dan menarik.

Melihat penampilan Nashr bin Hajjaj yang sangat tampan itu, maka khalifah Umar memintanya untuk pergi ke negeri lain, yaitu pergi ke kota Basrah.

Tidak ada kesalahan yang diperbuat pemuda Nashr selain karena ia sangat tampan dan gagah yang membuat sebagian wanita terpikat kepadanya.

Dengan firasat yang dimiliki, Umar bin Khathab menyuruh pemuda itu menetap di kota Basrah agar tidak menimbulkan fitnah bagi para wanita Madinah. []

Back to top button