HAJI UMRAH

Buka Rakernas Konsolidasi Haji 2026, Menhaj Gus Irfan: Perubahan Tarif Tidak akan Dibebankan kepada Jemaah

Tangerang (SI Online) – Sebagai persiapan menjelang pelaksanaan haji 1447 H atau 2026 M, Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konsolidasi Penyelenggaraan Haji 1447 H/2026 di Asrama Haji Cipondoh, Tangerang, Banten, pada 8-11 April 2024.

Rakernas Konsolidasi yang diikuti ratusan pejabat tinggi Kemenhaj, Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj dan Kepala Asrama Haji se-Indonesia itu dibuka langsung oleh Menhaj KH Mochammad Irfan Yusuf.

Selain Menhaj Gus Irfan, pembukaan Rakernas juga dihadiri oleh Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, Ketua Komisi VIII DPR Marwan Dasopang, Kepala BPKH Fadlul Imansyah, Wakil Ketua BAZNAS Zainut Tauhid Saadi dan Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag Arsyad Hidayat, dan sejumlah pejabat dari kementerian terkait.

Dalam sambutannya, Gus Irfan menyampaikan sikap tegas pemerintah bahwa terkait adanya penyesuaian biaya haji atau perubahan biaya akibat kenaikan harga sebagai imbas atas konflik di Timur Tengah, pemerintah memastikan setiap potensi penyesuaian biaya dalam penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M tidak akan dibebankan kepada jemaah.

“Sejak awal Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan tegas bahwa apapun yang terjadi, jika ada penambahan biaya, tidak boleh dibebankan kepada jemaah haji. Pemerintah memastikan komitmen ini dijalankan secara konsisten,” ungkap Gus Irfan saat menyampaikan pidato pembukaan Rakernas Konsolidasi Haji, Rabu malam (8/04/2026).

Menhaj mengungkapkan bahwa dinamika global turut berdampak pada aspek operasional penyelenggaraan haji, termasuk permintaan penyesuaian harga penerbangan oleh maskapai.

Menurutnya, pada 30 Maret 2026 lalu, Garuda Indonesia telah mengajukan perubahan harga, disusul Saudi Airlines pada 31 Maret 2026. Namun demikian, pemerintah memastikan bahwa perubahan tersebut tidak akan memengaruhi biaya yang ditanggung jemaah.

“Kami pastikan, perubahan harga tidak akan dibebankan kepada jemaah. Negara hadir untuk melindungi jemaah,” kata pengurus Pondok Pesantren Tebuireng Jombang itu.

Menhaj juga menekankan bahwa dalam kondisi apapun, aspek keamanan dan keselamatan jemaah tetap menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Politisi Partai Gerindra itu menambahkan, situasi global yang mulai membaik turut memberikan optimisme terhadap kelancaran penyelenggaraan haji tahun ini.

“Alhamdulillah, ketegangan di Timur Tengah mulai menurun. Ini menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran ibadah haji,” ungkap Gus Irfan. []

red: shodiq ramadhan

Back to top button