FILANTROPI

Peduli Disabilitas, GNG Hadirkan Al-Qur’an Braille di Kampus Unpam

Tangsel, Banten (Suaraislam.id) – Menyambut momentum Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah, Generasi Nusantara Gemilang (GNG) menyalurkan dua set Al-Qur’an Braille kepada Lembaga Layanan Disabilitas Universitas Pamulang (Unpam) Kampus Viktor 2.

Penyaluran ini merupakan bagian dari komitmen nyata GNG dalam mendukung akses pendidikan Islam yang inklusif bagi penyandang disabilitas netra.

Bantuan tersebut diterima langsung oleh pihak Lembaga Layanan Disabilitas Unpam untuk menjadi sarana pembelajaran utama bagi para mahasiswa. Saat ini tercatat ada sekitar 70 mahasiswa penyandang disabilitas di Unpam, dengan 48 orang di antaranya merupakan disabilitas netra yang membutuhkan Al-Qur’an Braille.

Penyaluran strategis ini diharapkan menjadi pemantik kolaborasi yang lebih luas antara kedua belah pihak di masa depan. Kemitraan tersebut ke depannya akan difokuskan pada program pemberdayaan disabilitas, khususnya di bidang pendidikan keagamaan.

“GNG berencana menghadirkan program pelatihan pembelajaran Al-Qur’an Braille bagi mahasiswa disabilitas netra di Universitas Pamulang, seperti yang sudah kami jalankan bersama Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) wilayah Banten,” ujar Muhamad Hamzah, CEO GNG, Senin 15 Juni 2026.

Hamzah menambahkan bahwa program ini sejalan dengan misi besar GNG dalam pemberantasan buta huruf Al-Qur’an Braille di Indonesia. Melalui kegiatan Training of Trainers (TOT), gerakan ini juga diarahkan untuk melakukan kaderisasi calon guru Al-Qur’an khusus disabilitas.

Apresiasi mendalam terhadap aksi kepedulian sosial ini datang langsung dari pihak manajemen universitas. Ketua Lembaga Layanan Disabilitas Universitas Pamulang, Nani, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian yang diberikan oleh GNG dan para donatur.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Generasi Nusantara Gemilang dan seluruh donatur. Bantuan Al-Qur’an Braille ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa disabilitas netra di UNPAM untuk membantu mereka membaca, memahami, dan mempelajari Al-Qur’an dengan lebih baik,” ungkap Nani.

Nani juga berharap bantuan kitab suci ini dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi proses akademik mahasiswa. Di samping itu, program mulia tersebut diharapkan menjadi ladang amal jariyah bagi seluruh pihak yang terlibat.

“Semoga bantuan ini membuka wawasan baru dan memberikan kemudahan bagi mahasiswa kami. Kami mendoakan agar seluruh donatur diberikan keberkahan rezeki, kesehatan, dan balasan kebaikan yang berlipat ganda,” tambahnya.

Melalui semangat Tahun Baru Islam, momentum hijrah ini diharapkan menjadi awal dari sinergi kemanusiaan yang berkelanjutan. Kolaborasi erat antara lembaga sosial dan institusi pendidikan ini diyakini mampu membuka lebar akses syiar Islam yang berkeadilan.[]

Back to top button