Gerakan ‘Cockroach’ Mengguncang India, Para Pemuda Lawan Pencoretan Masif Pemilih
Ribuan orang berkumpul di Mumbai dengan pengamanan polisi ketat, di tengah kekhawatiran bahwa jutaan warga akan kehilangan hak pilih.
Oleh: Hannah Ellis-Petersen di Mumbai
Gerakan Cockroach (kecoak) yang dipimpin kaum muda India kembali menggelar aksi protes nasional pada Jumat (02/10). Ribuan orang berkumpul di Mumbai di tengah kekhawatiran yang semakin besar bahwa jutaan warga secara tidak adil dicoret dari daftar pemilih dan kehilangan hak suara.
Gerakan tersebut menyebut dirinya Cockroach Janta Party (CJP) dan memiliki dukungan besar dari generasi Z di India. Mereka kembali turun ke jalan untuk menuntut pengunduran diri Ketua Komisi Pemilihan Umum India, Gyanesh Kumar.
Kumar menjadi tokoh yang sangat kontroversial setelah surat kabar Indian Express melaporkan adanya dugaan ketidakberesan dan kekhawatiran internal mengenai proses revisi dan “pemurnian” daftar pemilih India yang disebut Special Intensive Revision (SIR).
SIR, yang berada di bawah pengawasan Kumar, telah menyebabkan puluhan juta orang dihapus dari daftar pemilih. Banyak di antara mereka kini menggugat atau mempersoalkan pencoretan tersebut.
Para politikus oposisi dan kelompok masyarakat sipil menuduh SIR merupakan bagian dari manipulasi sistem pemilu India secara luas yang bertujuan menguntungkan partai yang berkuasa, Bharatiya Janata Party (BJP).
Dari Satire Internet Menjadi Gerakan Anak Muda
CJP pada awalnya merupakan satire di internet, tetapi kemudian berkembang menjadi ekspresi kekuatan kaum muda yang sangat berpengaruh sekaligus tantangan tak terduga bagi pemerintahan Narendra Modi.
Selama berminggu-minggu, aksi protes berlangsung di pusat New Delhi. Menteri Pendidikan India akhirnya mendapat tekanan dan mengundurkan diri pada Juli.
Setelah itu, kelompok tersebut menyatakan akan tetap aktif sebagai “kelompok penekan” untuk meminta pertanggungjawaban pemerintah dalam persoalan pendidikan dan demokrasi.
Pekan lalu, setelah terungkapnya informasi mengenai Komisi Pemilihan Umum, pendiri CJP, Abhijeet Dipke, mengumumkan bahwa jika Kumar tidak mengundurkan diri terkait kontroversi tersebut, para “Cockroach” akan kembali melakukan aksi hingga ia mundur.
Dipke mengatakan demonstrasi di Mumbai akan menjadi awal gerakan nasional, dengan aksi-aksi berikutnya direncanakan berlangsung di Delhi, Goa, Kolkata, dan Bengaluru.
Pihak berwenang tidak memberikan izin kepada kelompok tersebut untuk menggelar aksi di Shivaji Park, Mumbai. Namun, Dipke berjanji tetap melanjutkan demonstrasi.
“Kami sedang melawan mereka yang berkuasa,” katanya dalam konferensi pers. “Kita semua ingat Mahatma Gandhi, yang berjuang melawan Inggris. Apakah Inggris pernah memberikan izin kepadanya untuk melakukan aksi?”
Ratusan orang berkumpul di Mumbai pada Jumat sore di tengah kehadiran polisi dalam jumlah besar. Banyak di antara mereka adalah anak muda yang mengatakan bahwa mereka datang untuk memperjuangkan demokrasi India.






