NASIONAL

Wasiat Terakhir KH Syukron Makmun untuk Pemimpin: Jangan Mewah di Atas Penderitaan Rakyat

Jakarta (Suaraislam.id) – Ulama kharismatis asal Sampang, Madura, KH Syukron Makmun, berpulang ke Rahmatullah pada Ahad (18/10/2026) di Jakarta dalam usia 84 tahun. Di tengah kabar wafatnya Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman itu, beredar kembali video ceramahnya yang berisi wasiat keras kepada para pemimpin dan pejabat negara: jangan hidup bermewah-mewahan dengan uang rakyat, sementara rakyat sendiri masih kesulitan memenuhi kebutuhan hidup.

Pesan tersebut bukan sekadar nasihat biasa. Dalam ceramah yang disampaikan sebelum wafat, Kiai Syukron secara tegas mengingatkan para pemimpin agar mendahulukan kesejahteraan rakyat daripada kepentingan dan kemewahan pribadi.

“Hai pemimpin-pemimpin bangsa, jangan bergelimang dengan kemewahan duit rakyat. Urusi rakyat. Kenyangkan dulu rakyatnya, baru pemimpinnya kenyang. Jangan pemimpinnya kenyang duluan, rakyatnya kenyang belakangan,” tegas Kiai Syukron dikutip Suara Islam, Senin (19/10/2026) dalam video ceramahnya yang beredar.

Kiai Syukron mengingatkan bahwa kepemimpinan seharusnya meneladani akhlak Rasulullah SAW, yang mendahulukan fakir miskin ketika memperoleh rezeki atau hadiah. Pemimpin, menurutnya, tidak sepatutnya menjadikan jabatan sebagai jalan untuk menikmati kemewahan sebelum rakyatnya sejahtera.

“Itu akhlak Rasulullah SAW. Kalau Rasulullah ada rezeki, ada hadiah, kasih fakir miskin dulu. Dia mengambil sisanya dari ahlus suffah. Ini akhlak Rasulullah. Pemimpinnya belakangan. Sejahterakan dulu rakyat,” tuturnya.

Ia menekankan, kesejahteraan rakyat harus menjadi prioritas utama. Setelah rakyat hidup sejahtera, barulah pemimpin memikirkan kesejahteraan pribadinya. “Kalau rakyat sejahtera, baru pemimpin-pemimpin memikirkan kesejahteraan pribadinya,” lanjutnya.

Dalam ceramah tersebut, Kiai Syukron secara terbuka menyebut pesan itu sebagai wasiat yang ingin disampaikan sebelum dirinya meninggal dunia. Ia mengingatkan para pemimpin dan pejabat agar tidak menikmati kemewahan yang bersumber dari uang rakyat, sebab jabatan bukanlah ruang untuk memperkaya diri.

“Ini wasiat saya sampaikan karena saya mau mati,” ucapnya.

Baca juga: Innalillahi, Pengasuh Ponpes Daarul Rahman KH Syukron Makmun Wafat

Kiai Syukron kemudian memperingatkan bahwa setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT atas amanah yang diembannya.

“Pemimpin-pemimpin dan pejabat, jangan kau enak-enakan bergelimang dalam kemewahan duit rakyat. Kau nanti akan dimintai pertanggungjawaban di Padang Mahsyar,” tegasnya.

Ia mengingatkan melalui hadis Nabi Muhammad SAW tentang ancaman bagi pemimpin yang menipu rakyatnya. “Barang siapa yang Allah jadikan pemimpin, kemudian pemimpin itu mati ketika sedang menipu rakyat, pemimpin semacam itu haram masuk surga,” ungkapnya.

Tak hanya menyoroti pemimpin yang menipu rakyat, Kiai Syukron juga mengingatkan pejabat yang mempersulit urusan masyarakat. Menurutnya, tindakan semacam itu akan berbalik menjadi kesulitan bagi pejabat tersebut di akhirat.

“Barang siapa yang memegang urusan umatku, kemudian dia mempersulit urusan umatku, maka nanti pejabat-pejabat semacam itu akan dipersulit oleh Allah di Padang Mahsyar,” tandasnya. []

Back to top button