NASIONAL

Empat Unicorn yang Dibanggakan Jokowi Saat Debat Capres Kini Diklaim Milik Singapura

Jakarta (SI Online) – Istilah unicorn pertama kali menjadi trending topic saat debat capres Pilpres 2019 antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto, Ahad malam 17 Februari 2019 lalu.

Saat itu, Jokowi dengan bangga mengatakan Indonesia memiliki empat unicorn atau perusahaan rintisan (startup) yang valuasinya mencapai di atas US$ 1 miliar. Unicorn yang dimaksud adalah Go-Jek, Tokopedia, Bukalapak, dan Traveloka.

Namun, hari ini Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengaku kaget. Karena unicorn kebanggan Jokowi itu diklaim menjadi milik Singapura.

“Kalau kita lihat riset oleh Google dan Temasek yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi digital di ASEAN, empat unicorn kita diklaim sebagai unicorn mereka (Singapura). Saya kaget juga, di laporan itu ada tabel tentang unicorn di mana Indonesia nol, tapi di Singapura ada empat,” kata Thomas Lembong di Jakarta, Selasa 30 Juli 2019, seperti dilansir ANTARA.

Menurut Tom, sapaan akrabnya, empat unicorn Indonesia yakni Go-Jek, Traveloka, Bukalapak dan Tokopedia, memang menerima pendanaan lewat Singapura karena induk perusahaan itu terdapat di “Negeri Singa”.

“Faktanya empat unicorn kita induknya memang di Singapura semua. Uang yang masuk ke empat unicorn kita masuknya lewat Singapura semua. Dan seringkali masuknya bukan dalam bentuk investasi, tapi oleh induknya unicorn di Singapura langsung bayar ke vendor atau supplier di Indonesia,” katanya.

Tom mengakui ada kebingungan karena para unicorm kerap mengumumkan soal investasi dan perolehan pendanaan tetapi nilainya tidak masuk dalam arus modal perusahaan yang tercatat di Indonesia.

Investasi yang diumumkan tersebut, lanjut Tom, masuk dalam bentuk investasi ke induk unicorn di Singapura, baru kemudian masuk ke Indonesia dalam bentuk pembayaran langsung seperti ke sejumlah vendor perusahaan iklan atau sewa kantor.

“Masuk berbentuk investasi ke Singapura, ke induknya. Dari induknya, langsung dibayar ke perusahaan Indonesia seperti vendor, perusahaan iklan, sewa kantor, dan perusahaan leasing, misalnya, untuk membantu mitra ojeknya sewa sepeda motor atau mobil. Itu seringkali arus modal masuknya berbentuk pembayaran langsung oleh induk unicorn kepada vendor di Indonesia,” katanya menjelaskan struktur permodalan unicorn itu.

red: asyakira

Artikel Terkait

Back to top button