Amien Rais: Copot Segera Kapolri, Waspadai Teddy
Ketua Majelis Syura Partai Ummat ini juga memuji Prabowo yang kebijakannya beda dengan Jokowi. Dimana beberapa waktu lalu Presiden Prabowo mengundang rombongan Said Didu dan tokoh-tokoh nasional yang selama ini dikenal berada di luar pemerintahan. Pertemuan itu berlangsung di rumah Prabowo di Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada hari Jumat petang, 30 Januari 2026 selama sekitar empat jam.
“Peristiwa politik seperti ini tidak pernah terjadi selama rezim Jokowi berkuasa. Para tokoh yang melakukan oposisi dimasukkan dalam daftar untuk diawasi, diletakkan dalam sebuah ‘spotlight‘ dan dianggap musuh politik dan juga perlu dikriminalisasi. Misalnya FPI Front Pembela Islam karena berani mengkritik Jokowi, pemimpinnya dimasukkan ke kategori musuh negara. Bahkan enam pemuda yang menjadi laskar FPI dimusnahkan secara unlawful atau illegal killings di KM 50 tol Jakarta Cikampek. Seingat saya, tidak pernah Jokowi mengundang mereka yang beroposisi ke istana atau di tempat lain untuk bertukar pikiran sekaligus mendengarkan keluhan unek-unek kritik dan lain-lain yang disampaikan para pengkritik Jokowi. Bekas Presiden yang satu ini maunya mendengar dukungan, pujian dan jilatan para penjilatnya yang terasa dan terdengar merdu di telinga Jokowi. Karena keterbatasan wawasan dan pengetahuannya, puja-puji dari para penjilat yang istilahnya populer sekarang ini sebagai termul ternak piaraan Mulyono yang mati akal sehatnya. Yang biasanya berkoar-koar diberi uang jalan, uang jajan dan entah uang apalagi. Partner ini dianggap bisa memperkuat posisi politik Jokowi. Itu anggapannya Jokowi,“ungkapnya.
Menurut Amien Rais, makin lama nampak cara berpikir Jokowi makin semrawut dan jungkir balik menggelikan. “Di mata anak-anak bangsa, para bekas menteri, para jenderal TNI baik yang sudah purnawirawan maupun yang masih aktif, demikian juga para pentolan politisi yang sudah purnawirawan maupun masih aktif, masih saja setia pada raja pembohong dari Solo dan mereka itu sejatinya sudah jadi calon sampah sejarah. Jadi betul-betul ini memang menggelikan ya. Nah, kalau sampai Prabowo masih takut sama Jokowi, takut sama Gibran Fufu Fafa sebaiknya tidak usah payah-payah nyapres lagi di tahun 2029 nanti,“ tegasnya.
Menurut Amien, mengutip perkataan Said Didu, bahwa masalah-masalah yang dibahas dengan Prabowo menyangkut penguatan kedaulatan rakyat dan negara, upaya pemberasan korupsi dan pengelolaan sumber daya alam.
“Dibicarakan juga agenda reformasi kepolisian Republik Indonesia dan isu internasional tentang keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace terkait upaya perdamaian Gaza di Palestina dan lain-lain,” jelasnya.[]
Rep: Nuim Hidayat





