ARM HA-IPB Tembus Desa Salama NTT, Salurkan Bantuan ke Warga Terdampak Bencana

Flores (Suaraislam.id) – Aksi Relawan Mandiri Himpunan Alumni IPB (ARM HA-IPB) menembus Desa Salama, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai di Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menyalurkan bantuan bagi 200 KK yang terdampak gempa bumi magnitude 7,7 yang mengguncang kawasan tersebut Sabtu lalu (15/8). Ini merupakan bantuan tahap pertama ARM HA-IPB pascagempa yang menelan korban tak kurang dari 53 jiwa.
Dengan dukungan almamater IPB University serta mitra lokal Yayasan Kabua Dana Rasa dan Yayasan Pahami Quran, tim kecil ARM HA-IPB beranggotakan 6 relawan mencapai Reok setelah menempuh perjalanan darat dari Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) ke Labuan Bajo, lalu mencapai Ruteng di Pulau Flores. ARM HA-IPB menyiapkan belanja dan bantuan logistik di Ruteng sebelum didistribusikan ke Desa Salama, Kecamatan Reok. Mengingat situasi yang masih belum kondusif, distribusi bantuan dilakukan bertahap sejak 17 hingga 19 Agustus 2026.
Bantuan tahap pertama ARM HA-IPB bernilai total Rp 50 juta yang terdiri atas 110 kotak obat-obatan, sembako 100 paket, shelter (tenda) pengungsian 20 unit, dan air minum 100 dus.
“Kami dahulukan kebutuhan pangan, obat-obatan, dan tempat berteduh agar beban para penyintas sedikit menjadi lebih ringan,” ujar Ketua Umum ARM HA-IPB, Ahmad Husein.
Di Kampung Batok, Desa Salama, rumah-rumah warga rubuh dan hampir rata dengan tanah akibat gempa. Tercatat satu korban jiwa karena tertimpa bangunan saat hendak mengevakuasi cucunya. Warga lainnya terpaksa mengungsi ke lapangan dan bertahan di sana.
“Saat tersentak bangun saat gempa dan hampir saja terkena reruntuhan rumah. Sampai sekarang saya masih khawatir dengan gempa susulan yang terus terjadi,” ujar Aminah, 26 tahun, salah satu penyintas. Menurutnya, warga amat membutuhkan sembako dan kebutuhan dapur lainya.
“Alhamdulillah, begitu ARM HA-IPB datang kami amat terbantu. Semoga semua Allah balas semua amal kebaikan para donatur,” kata Aminah.
Sementara itu ARM HA-IPB kini tengah menyiapkan tim kedua untuk turun ke lapangan. Pengurus ARM Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Maulana Ishak, yang berdomisili di Bima, NTB dalam waktu dekat akan berangkat ke Reok, didukung oleh 2 pengurus ARM HA-IPB yang akan terbang dari Bogor, Jawa Barat.
Lokasi terdampak gempa kedua yang akan ARM HA-IPB jangkau untuk mendistribusikan bantuan adalah Desa Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Jarak tempuh dari Reok ke Pota kurang lebih 2,5 jam dan hanya bisa dicapai dengan kendaraan motor roda dua.
Data sementara yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) menyebut bahwa hingga kini terdapat sekitar 40.040 jiwa pengungsi tersebar di berbagai lokasi di Flores.
“Kebutuhan warga penyintas saat ini meliputi bantuan pangan, air bersih, shelter/tenda, selimut, tikar, dan obat-obatan. Kami amat berharap alumni dan sivitas akademika IPB University tergerak solidaritas sosialnya untuk membantu saudara-saudara kita di NTT,” pungkas Husein. []






