AKIDAH

Ayat tentang Neraka sebagai Pengingat, Jangan Sampai Terjerumus

Al-Qur’an banyak bercerita tentang manisnya surga dan pedihnya neraka. Jika orang melihat dengan pandangan negatif, mereka akan mempertanyakan apa maksud Al-Qur’an menakut-nakuti manusia dengan neraka dan siksanya.

Namun jika kita melihat dengan pandangan rahmat. Kita akan tau bahwa Allah Ta’ala bercerita tentang neraka karena kasih sayang dan rahmat-Nya kepada manusia. Allah tidak ingin ada hamba-Nya yang terjerumus ke dalamnya. Seperti seorang ayah yang memberi tahu anaknya bahwa di depan ada bahaya, jangan melewati jalan itu ! Apakah ayah itu hendak menakut-nakuti? Sungguh tidak ! Itu semua karena kasih sayangnya pada anaknya.

Lalu siapakah mereka yang akan mendatangi, lewat bahkan memasukinya?

Allah Ta’ala, berfirman:

وَإِنْ مِّنْكُمْ إِلَّا وَارِدُهَا  ۚ كَانَ عَلٰى رَبِّكَ حَتْمًا مَّقْضِيًّا

Dan tidak ada seorang pun di antara kamu yang tidak mendatanginya (neraka). Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu ketentuan yang sudah ditetapkan.” (QS. Maryam 19: Ayat 71)

ثُمَّ نُنَجِّى الَّذِينَ اتَّقَوا وَّنَذَرُ الظّٰلِمِينَ فِيهَا جِثِيًّا

“Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam (neraka) dalam keadaan berlutut.” (QS. Maryam 19: Ayat 72)

Imam as-Sa’di mengatakan,

65وهذا خطاب لسائر الخلائق، برهم وفاجرهم، مؤمنهم وكافرهم، أنه ما منهم من أحد، إلا سيرد النار، حكما حتمه الله على نفسه، وأوعد به عباده، فلا بد من نفوذه، ولا محيد عن وقوعه

Ayat ini diarahkan kepada seluruh makhluk. Yang baik maupun yang jahat. Mukmin maupun kafir, bahwa mereka semua pasti akan menghampiri neraka. Sebagai bentuk ketetapan dari Allah dan ancaman bagi para hamba-Nya. Dan itu pasti terjadi, tidak bisa dielakkan.

Selanjutnya, beliau menyebutkan beberapa perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang makna ‘menghampiri neraka’ itu,

Pertama, yang dimaksud ‘menghampiri neraka’ adalah memasukinya. Namun bagi orang mukmin, itu menjadi dingin dan mereka selamat.

Kedua, bahwa semua makhluk akan mendatanginya, sehingga mereka semua mengalami ketakutan, kemudian setelah itu, Allah selamatkan orang yang bertaqwa.

Ketiga, maknanya adalah melewati jembatan, yang berada di punggung jahannam. Manusia melewatinya sesuai bekal amal yang mereka miliki. Ada yang seperti kilat, ada yang seperti angin berhembus, atau ada yang seperti kuda cepat, ada juga seperti onta cepat. Ada yang berlari, ada yang berjalan, ada yang tersandung-sandung, dan ada yang tersambar hingga masuk neraka. Karena yang kekal di neraka, hanyalah orang kafir. (Tafsir as-Sa’di, hlm. 498).

Adapun mereka para penghuni neraka yang akan kekal di dalamnya dan tidak akan keluar ataupun binasa adalah orang-orang kafir dan musyrik. Allah Ta’ala, berfirman:

وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِئَايٰتِنَا وَاسْتَكْبَرُوا عَنْهَآ أُولٰٓئِكَ أَصْحٰبُ النَّارِ  ۖ هُمْ فِيهَا خٰلِدُونَ

“Tetapi orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itulah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 36)

Dalam ayat yang lain,

لَوْ كَانَ هٰٓؤُلَآءِ ءَالِهَةً مَّا وَرَدُوهَا  ۖ وَكُلٌّ فِيهَا خٰلِدُونَ

“Seandainya (berhala-berhala) itu Tuhan, tentu mereka tidak akan memasukinya (neraka). Tetapi semuanya akan kekal di dalamnya.” (QS. Al-Anbiya 21: Ayat 99)

وَالَّذِينَ كَفَرُوا لَهُمْ نَارُ جَهَنَّمَ لَا يُقْضٰى عَلَيْهِمْ فَيَمُوتُوا وَلَا يُخَفَّفُ عَنْهُمْ مِّنْ عَذَابِهَا  ۚ كَذٰلِكَ نَجْزِى كُلَّ كَفُورٍ

“Dan orang-orang yang kafir, bagi mereka Neraka Jahanam. Mereka tidak dibinasakan hingga mereka mati, dan tidak diringankan dari mereka azabnya. Demikianlah Kami membalas setiap orang yang sangat kafir.” (QS. Fatir 35: Ayat 36)

Dan masih banyak ayat-ayat yang lainnya. Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

أَمَّا أَهْلُ النَّارِ الَّذِينَ هُمْ أَهْلُهَا فَإِنَّهُمْ لَا يَمُوتُونَ فِيهَا وَلَا يَحْيَوْنَ وَلَكِنْ نَاسٌ أَصَابَتْهُمُ النَّارُ بِذُنُوبِهِمْ أَوْ قَالَ بِخَطَايَاهُمْ فَأَمَاتَهُمْ إِمَاتَةً حَتَّى إِذَا كَانُوا فَحْمًا أُذِنَ بِالشَّفَاعَةِ فَجِيءَ بِهِمْ ضَبَائِرَ ضَبَائِرَ فَبُثُّوا عَلَى أَنْهَارِ الْجَنَّةِ ثُمَّ قِيلَ يَا أَهْلَ الْجَنَّةِ أَفِيضُوا عَلَيْهِمْ فَيَنْبُتُونَ نَبَاتَ الْحِبَّةِ تَكُونُ فِي حَمِيلِ السَّيْلِ فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ الْقَوْمِ كَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ كَانَ بِالْبَادِيَةِ

“Adapun ahli neraka yang mereka merupakan penduduknya, maka sesungguhnya mereka tidak akan mati di dalam neraka dan tidak akan hidup. Tetapi orang-orang yang dibakar oleh neraka dengan sebab dosa-dosa mereka, maka Dia (Allah) mematikan mereka. Sehingga apabila mereka telah menjadi arang, diberi izin mendapatkan syafa’at. Maka mereka didatangkan dalam keadaan kelompok-kelompok yang berserakan. Lalu mereka ditebarkan di sungai-sungai surga, kemudian dikatakan: “Wahai penduduk surga tuangkan (air) kepada mereka!” Maka merekapun tumbuh sebagaimana tumbuhnya bijian yang ada pada aliran air”. (HR Muslim no. 185; dan lainnya. Lihat takhrijnya dalam Silsilah Ash Shahihah no. 1551)

Kita berlindung kepada Allah Ta’ala semoga tidak memasukan dan menjadikan penghuni neraka jahannam yang kekal. Allahuma aamiin.

Wallahu a’lam

Abu Miqdam
Komunitas Akhlaq Mulia

Tags

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close