Cendekiawan Muslim Malaysia Wan Mohd Nor Wan Daud Luncurkan Buku Puisi ‘Pohon Kebaikan Peradaban Fadilah’
Selama menempuh studi di Amerika Serikat, dia juga aktif dalam kegiatan mahasiswa Muslim. Dia adalah satu-satunya orang Asia Tenggara yang pernah menjabat sebagai Presiden Nasional Asosiasi Mahasiswa Muslim Amerika Serikat dan Kanada.
Dari 1979 hingga 1987, ia menjabat sebagai tutor dan dosen di Fakultas Studi Islam, Universitas Nasional Malaysia. Setelah menyelesaikan gelar Doktor Filsafat di Universitas Chicago, ia diundang oleh Prof. Syed Muhammad Naquib al-Attas untuk membantu mengelola Institut Internasional Pemikiran dan Peradaban Islam (ISTAC), yang baru saja didirikan. Sehingga sejak 1998 hingga 2002, ia menjabat sebagai Wakil Direktur ISTAC dan terlibat dalam semua perkembangan akademik resmi dan tidak resmi di institusi tersebut, termasuk pengelolaan perpustakaan, penerbitan, dan urusan mahasiswa.
Dari 2008 hingga Februari 2011, Dr Wan Mohd Nor menjabat sebagai Fellow Senior di Akademi Kebudayaan Melayu (ATMA), Universitas Nasional Malaysia.
Kemudian, pada 2011, ia mendirikan dan menjadi direktur pertama Pusat Studi Lanjutan tentang Islam, Sains, dan Kebudayaan (CASIS) Universiti Teknologi Malaysia, kini dikenal sebagai Pusat Studi Lanjutan Islam, Sains, dan Peradaban Raja Zarith Sofiab (RZS-CASIS).
Pada 2021, beliau ditunjuk sebagai anggota Dewan Penasihat Istanbul Circle: Masyarakat Penelitian Multidisiplin, Universitas Ibn Haldun, Istanbul, Turki.
Dr. Wan Mohd Nor telah menulis dan mengedit lebih dari 15 buku dan monografi, serta lebih dari 40 artikel akademik di jurnal lokal dan internasional.
Beberapa buku dan artikel utamanya juga telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, seperti Arab, Turkiye, Persia, Melayu-Indonesia, Mandarin, Rusia, Bosnia, dan Makedonia. Berbagai penjelasannya tentang gagasan Prof. Syed Muhammad Naquib al-Attas (terutama dalam buku “The Educational Philosophy and Practice of Syed Muhammad Naquib al-Attas”) dianggap oleh banyak orang sebagai penjelasan terbaik tentang gagasan-gagasan tersebut.
Selain dikenal sebagai cendekiawan terkemuka, Dr Wan Mohd Nor juga merupakan seorang penyair. Hingga 2020, ia telah menerbitkan tiga buku puisi: Mutiara Taman Adabi (2003), Dalam Terang (2004), dan Jalan Pulang (2020), serta kini Pohon Kebaikan Peradaban Fadilah (2026). Puisi-puisinya bukanlah karya sastra biasa, karena mengandung refleksi ‘aqliyyah yang mendalam tentang agama, filsafat, sejarah, dan masyarakat.[]
red: shodiq ramadhan






