TRAVEL

Forum London: Pariwisata Halal Dunia Berfokus Tingkatkan Kesiapan Destinasi

London (Suaraislam.id) — Industri pariwisata halal global mengalihkan fokusnya dari sekadar membuktikan potensi pasar menjadi peningkatan kesiapan destinasi dan pengalaman wisatawan. Hal tersebut disampaikan para pemimpin industri dalam sebuah forum di London pada Sabtu (10/10/2026).

Dalam sesi bertajuk The Halal Traveler Economy: From Demand Signals to Destination Value, perwakilan organisasi penerbangan dan pariwisata menekankan pentingnya konektivitas, edukasi, teknologi, dan kemitraan industri.

Melih Sukru Ecertas, anggota dewan independen di Turkish Airlines, menyatakan bahwa pariwisata halal sedang mengalami transformasi. Perubahan ini terjadi seiring meningkatnya permintaan wisatawan akan pengalaman yang memadukan kebutuhan agama, penjelajahan budaya, kenyamanan, serta layanan personal.

“Kami percaya bahwa ekonomi perjalanan halal kini sedang mengalami pergeseran paradigma yang mendasar,” ujar Ecertas.

Ia menyoroti jaringan Turkish Airlines yang menjangkau lebih dari 360 destinasi di lebih dari 155 negara, serta peran Istanbul sebagai pusat strategis yang menghubungkan pasar Asia, Eropa, dan Amerika.

Ecertas menegaskan bahwa maskapai penerbangan dapat berkontribusi pada pengembangan destinasi melebihi sekadar mengangkut penumpang. Menurutnya, kerja sama di seluruh industri pariwisata sangat penting untuk menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan.

“Tidak ada satu entitas pun yang dapat menguasai seluruh perjalanan pelanggan,” katanya.

“Maskapai penerbangan mengantarkan wisatawan ke pintu gerbang, tetapi nilai destinasi yang berkelanjutan membutuhkan inovasi terbuka di seluruh ekosistem.”

Ia juga menekankan bahwa layanan ramah halal dan standar perjalanan premium dapat saling melengkapi secara harmonis.

Edukasi Industri dan Kepercayaan Menjadi Kunci Kesiapan Destinasi

Hafsa Gaher, CEO Halal Travel Network, menyampaikan bahwa sektor ini tidak lagi sekadar membuktikan potensi pasarnya. Industri kini berfokus membantu berbagai destinasi melayani wisatawan Muslim secara efektif.

Ia mengidentifikasi edukasi dan pelatihan sebagai prioritas utama bagi hotel, operator tur, dan pengelola destinasi untuk memahami kebutuhan wisatawan serta membangun kepercayaan.

Gaher menekankan bahwa para profesional perjalanan membutuhkan informasi pemesanan yang akurat dan mudah diakses, termasuk kejelasan tarif, ilustrasi foto yang sesuai, dan deskripsi produk yang transparan.

Ia juga mengimbau pelaku bisnis pariwisata untuk memahami target audiens sebelum berinvestasi dalam kampanye promosi. Menurutnya, destinasi wisata harus mengidentifikasi agen perjalanan dan mitra industri yang tepat untuk menjangkau pelanggan sasaran.

1 2Laman berikutnya
Back to top button