Antisipasi Krisis Global, Belanda Pindahkan Cadangan Emas Senilai Miliaran Euro ke London
Jakarta (Suaraislam.id)-Bank sentral Belanda (De Nederlandsche Bank/DNB) mengonfirmasi pemindahan emas senilai miliaran dolar dari Amerika Utara ke London. Langkah ini diambil dengan alasan adanya peningkatan gejolak geopolitik global.
Dalam pernyataan resminya pada Rabu (2/9/2026), DNB menjelaskan bahwa sebanyak 86 ton emas telah dipindahkan dari Amerika Serikat dan Kanada. Operasi kompleks tersebut berlangsung selama beberapa bulan.
Kini, emas tersebut disimpan di Bank of England agar logam mulia itu dapat diperjualbelikan dengan lebih mudah dalam situasi krisis.
Presiden DNB, Olaf Sleijpen, menegaskan bahwa langkah tersebut sangat diperlukan untuk memperkuat ketahanan dan kesiapsiagaan lembaga yang dipimpinnya.
Keputusan relokasi ini diambil di tengah sengketa perdagangan yang masih berlangsung antara Amerika Serikat dan Kanada. Kedua negara baru-baru ini saling mengumumkan tarif baru setelah perundingan dagang gagal mencapai kesepakatan.
DNB mengungkapkan bahwa pemindahan yang berlangsung antara Maret hingga Agustus tersebut melibatkan pengangkutan fisik 27 ton emas batangan dari New York dan Ottawa ke Zeist, Belanda.
Sejumlah emas dengan kuantitas dan kualitas yang sama kemudian dipindahkan ke London tanpa perlu dilebur ulang menjadi batangan baru. Kendati demikian, otoritas tidak mengungkapkan secara rinci moda transportasi yang digunakan untuk mengangkut emas tersebut melintasi Samudra Atlantik.
Sisa proses pemindahan dilakukan melalui mekanisme penjualan emas di New York dan pembelian kembali emas di London.
“Dengan menggabungkan proses jual beli dan transportasi fisik, DNB dapat menyebarkan risiko yang terkait dengan pemindahan fisik emas yang kompleks seperti ini,” bunyi pernyataan resmi DNB.
Pihak DNB tidak menjelaskan secara rinci dinamika geopolitik yang dimaksud. Namun, perekonomian AS saat ini masih berada dalam situasi tidak menentu akibat konflik yang berlangsung dengan Iran, yang berdampak luas pada perdagangan global.
Sementara itu, Kanada juga terdampak berat oleh tarif baru AS terhadap sektor-sektor utama seperti baja, aluminium, kayu, dan otomotif. Washington bahkan mengumumkan pungutan tambahan sebesar 50 persen terhadap barang-barang Kanada senilai 20 miliar dolar AS.
Menurut DNB, emas yang disimpan di Bank of England dianggap sebagai aset yang paling mudah diperdagangkan di dunia. Hal tersebut membuatnya lebih mudah diakses dalam kondisi krisis dibandingkan jika tetap disimpan di AS atau Kanada.
Sebelum pengumuman resmi dikeluarkan, DNB menyimpan 31,3 persen cadangan emasnya di New York dan 19,7 persen di Ottawa. Setelah relokasi dilakukan, porsi penyimpanan di masing-masing lokasi menyusut menjadi 18,5 persen.
DNB mencatat total cadangan emas Belanda mencapai 612,4 ton pada akhir 2025 dengan nilai berkisar 72,2 miliar euro.
Melalui relokasi ini, porsi cadangan emas Belanda yang disimpan di London meningkat dari 18,1 persen menjadi 32,1 persen, sementara 30,8 persen sisanya tetap disimpan di dalam negeri. []
Sumber: BBC News Indonesia






