Hadiri Parade Tauhid Sumbar, Habib Rizieq Seru Masyarakat Bersatu Lawan LGBT
Ia menambahkan bahwa terdapat dukungan dana besar dari Amerika Serikat, negara-negara Eropa, serta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mendorong penerimaan terhadap LGBT di tengah masyarakat.
“Ada dana besar dari Amerika dan negara-negara Eropa bahkan dari WHO, itu Badan Kesehatan PBB, mereka menggelontorkan jutaan dollar ke seluruh dunia. Bagaimana supaya dunia khususnya dunia Islam bisa menerima LGBT itu sebagai kodrat, sebagai sesuatu yang wajar, sebagai sesuatu yang harus diterima di tengah masyarakat. Hati-hati propaganda mereka,” ujarnya.
Karena itu, menurut Habib Rizieq, perjuangan melawan LGBT tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri.
“Kalau kita melawan kekuatan internasional ini bukan kekuatan kecil. Enggak bisa kita sendirian. Para datuk di sini, para ninik mamak mau berjuang sendirian. Enggak bisa. Ini agenda besar, agenda internasional,” katanya.
Habib Rizieq kemudian menyerukan agar umat Islam, khususnya di Sumatera Barat dan umumnya di seluruh Indonesia bahkan dunia, bersatu melawan LGBT.
“Maka itu umat Islam, Saudara, khususnya di Sumatera Barat, umumnya saudara di seluruh Indonesia bahkan di seluruh dunia wajib bersatu, menyatukan langkah untuk melawan LGBT khusus bagi generasi muda,” tegasnya.
Ia juga mendorong generasi muda agar memanfaatkan media sosial secara cerdas dalam menyampaikan kampanye penolakan terhadap LGBT.
“Nah, jadi sekali lagi kata-kata lesbi gay saudara itu semua sudah di-setting di komputer mereka saudara. Enggak boleh masuk di media sosial. Karena itu pandai-pandailah anak muda kalau ingin melawan LGBT di tingkat internasional khususnya dalam dunia medsos, pandai-pandai menggunakan istilah, pandai-pandai menggunakan gambar jangan sampai kebaca ya saudara oleh mesin-mesin mereka kalau kita sedang memerangi LGBT,” ujarnya.
Di akhir ceramahnya, Habib Rizieq mengajak jamaah untuk menunjukkan kesiapan mereka dalam membela Islam dan menolak LGBT. []






