IBADAH

Hamba yang Sedikit Dosa akan Mudah Menangis

Semua orang pasti pernah menangis. Namun, tidak banyak orang yang menangis karena Allah Ta’ala, takut akan azab-Nya yang dahsyat dan khawatir jika amal sholihnya tidak diterima oleh-Nya. Padahal, tidak ada yang membuat diri kita khawatir dan takut kecuali kepada panasnya api neraka. Seandainya kita tahu betapa dahsyatnya kobaran dan jilatan api neraka, sungguh kita tidak mampu tertawa dan akan hidup dengan gundah gulana, tidak tenang, takut atau was-was.

Sungguh dunia ini tidak pantas untuk ditangisi. Sungguh dunia ini tidak layak untuk ditakuti. Dunia ini hanya sebentar. Penuh permainan dan sendau gurau semata. Kehidupan di dunia ini hanya sementara, fana. Semuanya akan kembali kepada-Nya. Siapapun dia, pejabat, orang kaya, orang miskin, ulama, bahkan penjahat sekalipun, semuanya akan kembali. Oleh karena itu, tidak layak kita menjadikan dunia lebih berat dari akhirat. Akhirat harus lebih utama dan dijadikan tujuan.

Allah Ta’ala berfirman,

اللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتٰبًا مُّتَشٰبِهًا مَّثَانِىَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلٰى ذِكْرِ اللَّهِ  ۚ ذٰلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِى بِهِۦ مَنْ يَشَآءُ  ۚ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِنْ هَادٍ

Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al-Qur’an yang serupa (ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka ketika mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan Kitab itu Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka tidak seorang pun yang dapat memberi petunjuk.” (QS. Az-Zumar 39: Ayat 23)

Hati sesungguhnya diciptakan dalam keadaan lembut dan mudah tersentuh. Namun seiring perjalanan waktu, banyak hal yang menjadi bebal. Entah karena kemaksiatan, penuh dosa atau jarang mengasahnya dengan ibadah dan tafakur.

Maka jika hati sudah bebal, untuk melembutkannya bukan pekerjaan ringan. Bahkan bagi sebagian orang ia lebih berat ketimbang pekerjaan lain semisal bersedekah. Karena itu, Abdullah bin Umar mengatakan, “Sungguh menangis karena takut kepada Allah lebih aku cintai daripada bersedekah dengan 1000 dinar.” Mungkin maksud Abdullah bin Umar, menangis karena Allah lebih berat dibanding bersedekah 1000 dinar.

Untuk itu Rasulullah ﷺ selalu berdoa berlindung dari hati yang keras dan tidak khusyu’.

اللهم إني أعوذ بك من علم لا ينفع ومن قلب لا يخشع ومن نفس لا تشبع ومن دعوة لا يستجاب لها. رواه مسلم

Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari jiwa yang tidak pernah kenyang, dan dari doa yang tidak dikabulkan,” (HR. Muslim).

Bahkan mungkin banyak diantara manusia yang matanya justru sering menangis untuk sesuatu yang tidak begitu penting. Hatinya lebih mudah tersentuh hanya gara-gara soal sepele. Kita lebih sensitif dan reflektif terhadap hal-hal keduniawian. Entah itu karena soal pekerjaan, cinta, kesuksesan, kebahagiaan, dan penderitaan. Hati mudah tersentuh untuk sifatnya hura-hura. Menangis histeris ketika melihat idolanya datang dan berkalang kesuksesan.

Sedangkan untuk dosa yang telah menggunung mata kita enggan untuk berurai air mata. Kita enggan untuk bersujud, berkeluh kesah, dan memohon ampun kepada-Nya. Jangan-jangan hati kita telah tertutup cahaya ilahiyah. Jangan-jangan hati kita mati karena tertutup oleh banyaknya dosa yang tidak terampuni.

Wallahu a’lam

Abu Miqdam
Komunitas Akhlaq Mulia

Artikel Terkait

Back to top button