INTERNASIONAL

Ini Politisi Israel yang Berusaha Gantikan Netanyahu

Avigdor Liberman – Yisrael Beiteinu

Sebagai suara paling radikal di meja Yair Lapid, Liberman (68) mendirikan Partai Yisrael Beiteinu (Israel Rumah Kita) pada tahun 1999 untuk mewakili para imigran penutur bahasa Rusia yang berhaluan kanan.

Pernah menjadi anak emas politik Netanyahu, Liberman kini secara tegas menolak untuk melayani di bawah kepemimpinannya ataupun bergabung dengan koalisi yang merangkul kelompok ultra-ortodoks atau bergantung pada partai-partai Arab yang dicetuskannya sebagai anti-Zionis. Ia juga menolak pembentukan pemerintahan minoritas, yang dilaporkan menjadikannya hambatan utama bagi Eisenkot untuk menjadi kandidat perdana menteri dari blok tersebut.

Pada November 2023, Liberman mengulangi pernyataannya tahun 2018 ketika menjabat sebagai menteri pertahanan, bahwa “tidak ada warga sipil yang tidak bersalah di Gaza.” Pada bulan Februari, ia mengunjungi perbatasan Karem Abu Salem (dikenal sebagai Kerem Shalom bagi warga Israel) dan menuduh pemerintahan Netanyahu mendanai Hamas dengan tetap mengizinkan masuknya bantuan kemanusiaan minimal ke Gaza.

Pemimpin Yisrael Beiteinu ini konsisten mendukung genosida Israel dan aksi-aksi militer lanjutannya. Pada September 2025, ia bergabung dengan para politisi Israel lainnya dalam mengkritik Netanyahu karena meminta maaf kepada pemerintahan Trump atas serangan bulan tersebut di Doha, dengan berdalih bahwa permohonan maaf seharusnya ditujukan kepada publik Israel.

Ia juga menentang segala bentuk penahanan diri dalam invasi ke Lebanon. Kepada The Jerusalem Post pada bulan Maret lalu, ia menegaskan, “Jika sekali lagi kita menggelar operasi terbatas, beberapa manuver di dekat perbatasan, mungkin berbicara tentang zona keamanan, itu adalah kegilaan total.”

“Liberman tidak termasuk dalam blok ini,” ujar Shaiel Ben-Ephraim, analis Israel dari Atlas Global Strategies, yang berargumen bahwa motivasi utama Liberman adalah kebencian mendalam terhadap Netanyahu.

Meski demikian, Ben-Ephraim menilai bahwa Liberman “tetap memiliki basis massa yang loyal dan merupakan kekuatan krusial dalam kancah politik Israel.” Konstituen intinya adalah para pemilih dari bekas blok Soviet, dan ia berhasil meraih kepercayaan yang lebih luas berkat citra independensinya.

Para pengamat menilai ia berpotensi kembali bergabung dengan blok sayap kanan pimpinan Netanyahu.

Yair Golan – Democrats

Yair Golan adalah satu-satunya pemimpin di meja Lapid yang berasal dari sayap kiri Zionis sekaligus satu-satunya figur yang terbuka untuk bekerja sama dengan partai-partai Arab. Ia memimpin Partai Democrats, sebuah partai liberal yang dibentuk pada 2024 melalui fusi antara Partai Labor dan partai sosial-demokrat sekuler Meretz.

Sebagai purnawirawan jenderal mayor dan mantan wakil kepala staf militer berusia 64 tahun, Golan sempat mendulang pujian di kancah domestik karena terjun langsung ke wilayah selatan untuk membantu memukul mundur serangan pimpinan Hamas pada 2023.

Golan menjadi satu-satunya tokoh di antara kubu anti-Netanyahu yang mengkritik tujuan perang pemerintah. Ia berargumen bahwa berbagai pencapaian militer terbuang sia-sia tanpa adanya strategi diplomatik dan politik yang koheren.

Pada Mei 2025, dua tahun setelah genosida di Gaza berlangsung, Golan memicu kontroversi ketika menyatakan dalam konferensi pers bahwa “negara yang waras tidak membunuh bayi sebagai hobi.” Ia menuduh para menteri merayakan kelaparan anak-anak Palestina di wilayah tersebut. Beliau kemudian meralat ucapannya menyusul gelombang kritik luas di Israel.

Pada bulan Oktober lalu, saat memuji keberhasilan perang 12 hari melawan Iran tahun sebelumnya, ia mengatakan kepada para kader partainya bahwa pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei pada awal konflik adalah sebuah “kesalahan.” Ia menambahkan sebagai klarifikasi, “Bukan karena ia tidak layak mati, melainkan karena hal itu tidak melayani kepentingan Negara Israel.”

Laman sebelumnya 1 2 3 4Laman berikutnya
Back to top button