Innalillahi, Gempa Berkekuatan 7,7 Guncang NTT
Potensi dan Ancaman Tsunami
BMKG sempat menerbitkan peringatan dini tsunami sesaat setelah gempa terjadi, meski saat ini status peringatan tersebut telah resmi diakhiri. Gelombang tsunami skala kecil sempat terdeteksi di beberapa pesisir pantai.
Di Bakalang, Kabupaten Alor, tsunami terdeteksi setinggi 0,14 meter pada pukul 05.41 WIB. Sementara di Dompu, NTB, ketinggian air tercatat 0,17 meter, serta di Flores Timur, Labuan Bajo, dan Sikka berkisar antara 0,19 hingga 0,36 meter.
Kenaikan air laut tertinggi terdeteksi di Maurole, Kabupaten Ende, dengan ketinggian air mendekati satu meter pada pukul 05.27 WIB. BMKG sempat mengeluarkan status siaga hingga waspada tsunami untuk wilayah NTT, NTB, dan Sulawesi Selatan dengan potensi kenaikan air 0,5 hingga 3 meter.
Pihak Istana Presiden menyatakan telah berkoordinasi langsung dengan berbagai pihak untuk memastikan kesiapsiagaan penanganan darurat di NTT.
“Dari tadi pagi saya sudah koordinasi dengan Menko PMK, Kabasarnas, BMKG, BNPB, dan Gubernur NTT untuk memastikan atensi dan kesiagaan semua unsur di masa-masa awal kejadian ini,” ujar Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, Sabtu (15/8/2026).
Di Pelabuhan Laurentius Say Maumere, Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi mengonfirmasi dua warga tewas tertimpa reruntuhan bangunan pelabuhan. Salah satu korban tewas merupakan seorang ibu yang hendak menyeberang ke Kupang, sedangkan korban lainnya adalah warga asal Adonara.
Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, mengonfirmasi bahwa korban tewas di pelabuhan tersebut bernama Meliana Nenong (54). Tim SAR Gabungan langsung menyelematkan dua korban luka lainnya ke RSUD T.C. Hillers Maumere.
Kepanikan Warga Mengungsi ke Perbukitan
Guncangan gempa yang kuat pada pagi hari memicu kepanikan luar biasa di tengah masyarakat. Saksi mata di Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Arnold Welianto, menceritakan bagaimana warga panik dan berlarian keluar rumah.
“Saya kaget dan bangun, langsung menuju ke kamar anak, langsung tarik anak keluar dari rumah, istri ikut dari belakang. Rumah kami pinggir pantai,” tutur Arnold.
Warga setempat berbondong-bondong berlari menuju area perbukitan untuk menghindari potensi gelombang tsunami. Langkah serupa dilakukan warga di Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, yang memilih bertahan di perbukitan demi keamanan dari gempa susulan.
Laporan dari jurnalis Kompas.com di lapangan menyebutkan bahwa gedung kampus Universitas Katolik Indonesia (Unika) Ruteng turut mengalami kerusakan. Sementara itu, guncangan di Kota Mataram dan Lombok, NTB, membuat warga berhamburan ke jalan raya akibat getaran kuat yang berlangsung cukup lama.[]
Sumber: BBC News Indonesia & Kompas.com






