INTERNASIONAL

Israel Pertimbangkan Pencabutan Kewarganegaraan Sutradara Film NAZA

Film ini menampilkan kesaksian dari tentara Israel tentang kejahatan militer terhadap warga sipil di Gaza

Jakarta (Suaraislam.id)Pejabat Israel mulai mempertimbangkan pada hari Selasa apakah akan mencabut kewarganegaraan sutradara film dokumenter perang Gaza, NAZA. Langkah ini menyusul permintaan dari Menteri Kebudayaan dan Olahraga, Miki Zohar.

Disutradarai oleh pembuat film Israel pemenang piala Oscar, Yuval Abraham dan Rachel Szor, film ini mengungkap kejahatan tentara Israel. Kejahatan selama perang genosida di Gaza tersebut dibongkar berdasarkan kesaksian dari para tentara Israel sendiri.

Channel 14 Israel mengutip Boaz Yosef, Direktur Jenderal Otoritas Kependudukan dan Imigrasi Israel, yang menyatakan bahwa otoritasnya sedang memeriksa permintaan tersebut.

Baca juga: Mengapa Israel Enggan Tonton Film NAZA?

Saluran televisi itu menyebutkan sumber-sumber di dalam Otoritas Kependudukan dan Imigrasi memandang langkah saat ini hanya sebagai “penilaian kelayakan hukum”. Belum ada keputusan praktis mengenai pencabutan kewarganegaraan yang telah dibuat.

Film ini menyajikan kesaksian dan informasi mengenai metode pengeboman Israel dan operasi militer di Jalur Gaza. Selain itu, film ini menyoroti penggunaan teknologi pengawasan dan kecerdasan buatan untuk mengidentifikasi potensi target.

Pada 12 September, film ini memenangkan Penghargaan Khusus Juri (Special Jury Prize) di Festival Film Venesia.

Baca juga: Kelompok Ekstremis Israel Gelar Unjuk Rasa di Depan Rumah Orang Tua Sutradara Film NAZA

Judul film tersebut, “NAZA“, merujuk pada akronim yang digunakan oleh intelijen militer Israel. Istilah ini digunakan untuk menunjukkan jumlah warga sipil yang diperkirakan akan tewas dalam sebuah serangan udara.

Serangan militer Israel telah menewaskan lebih dari 73.000 orang dan melukai lebih dari 174.000 lainnya. Serangan tersebut juga menyebabkan kehancuran masif yang berdampak pada sekitar 90 persen infrastruktur sipil di Gaza sejak Oktober 2023.[]

Sumber: Anadolu Agency

Back to top button