INTERNASIONAL

Kelompok Ekstremis Israel Gelar Unjuk Rasa di Depan Rumah Orang Tua Sutradara Film NAZA

Jakarta (Suaraislam.id)Puluhan aktivis sayap kanan Israel menggelar unjuk rasa pada Rabu (16/9/2026) malam di depan kediaman orang tua sutradara film NAZA, Rachel Szor, di kawasan Savyon, Israel tengah.

Para pengunjuk rasa menyuarakan slogan-slogan intimidatif, termasuk ancaman hukuman mati bagi mereka yang dituduh sebagai pengkhianat, menurut laporan situs berita Walla.

Baca juga: Panik, Pejabat Israel Ancam Cabut Kewarganegaraan Sutradara Film Naza

Film dokumenter NAZA, yang meraih Special Jury Prize pada Festival Film Internasional Venesia ke-83 pada Sabtu lalu, menampilkan kesaksian para perwira dan prajurit militer Israel terkait dugaan kejahatan perang di Gaza.

Massa berkumpul di lokasi tersebut untuk mengecam Rachel Szor dan co-director Yuval Abraham atas tuduhan menggambarkan tentara Israel sebagai pelaku pembunuhan di hadapan publik internasional.

Keterlibatan Kelompok Politik Ekstremis

Harian Israel Hayom melaporkan bahwa aksi demonstrasi tersebut diorganisasi oleh aktivis dan tim kampanye yang terafiliasi dengan Partai Otzma Yehudit pimpinan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir.

Pesan-pesan yang beredar di media sosial sebelum unjuk rasa memuat seruan provokasi dan kekerasan terhadap kedua sutradara.

Aksi ini berlangsung tak lama setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan akan mengajukan dua rancangan undang-undang untuk menindak pihak-pihak yang dinilai mencemarkan nama baik militer.

Sebelumnya, Kepala Staf Militer Israel Eyal Zamir menginstruksikan jaksa militer untuk mengkaji opsi hukum terhadap pembuat film tersebut, sementara Menteri Kebudayaan Miki Zohar meminta dinas intelijen Shin Bet membuka penyelidikan resmi.

Film karya Abraham dan Szor ini memuat pengakuan personel militer yang menyaksikan pembakaran kawasan pemukiman penampungan serta penembakan warga saat pembagian bantuan pangan di Gaza.

Judul NAZA sendiri merupakan istilah teknis intelijen militer Israel untuk merujuk pada estimasi jumlah korban jiwa warga sipil dalam sebuah operasi serangan udara.[]

Sumber: Anadolu Agency

Back to top button