RESONANSI

Jika Ceramah Ustaz Yahya Waloni Berdasar Al-Qur’an, Apa Perlu Ditangkap?

Ustaz Yahya Waloni atau siapapun jika menyampaikan materi berlandaskan Al-Qur’an ataupun Hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, apa perlu ditangkap?

Persoalannya, menyangkut agama lain?

Ya, walau menyangkut agama lain, Al-Qur’an itu justru telah menegaskan, di antara fungsinya adalah sebagai batu ujian terhadap kitab-kitab (agama) yang lain.

{ وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ …[المائدة: 48]

“Dan Kami telah turunkan kepadamu Al-Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu…. [QS. Al Maidah: 48]

Ketika seseorang, misalnya Ustaz Yahya Waloni mengemukakan penilaiannya terhadap kitab-kitab agama lain berlandaskan Al-Qur’an, maka itu justru menyampaikan hal sesuai dengan salah satu fungsi Al-Qur’an.

Sebaliknya, bila seseorang mengerti permasalahannya, dan dia juga mengerti bahwa Al-Qur’an menilai demikian dan demikian, sedang umat perlu djelaskan soal itu agar paham dan tidak tersesat, lalu orang yang mengerti itu malah diam saja, maka bisa termasuk orang yang menyembunyikan ilmu.

Padahal, ketika ilmu itu diperlukan oleh umat, dan seseorang itu tahu kemudian menyembunyikannya, maka ada ancamannya dalam Islam.

Hadits hasan shahih: Dari Abdullah bin Amr رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ, bahwa Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ bersabda,

مَنْ كَتَمَ عِلْمًا أَلْجَمَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِلِجَامٍ مِنْ نَارٍ

“Barangsiapa menyembunyikan suatu ilmu, maka Allah akan mengikatnya dengan tali kekang dari api neraka pada hari kiamat.”

Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dalam Shahihnya dan al-Hakim, dia berkata, “Shahih tanpa ada (noda) debu atasnya.” (Yakni keshahihannya sangat jelas, Pent). (lihat: https://alsofwa.com/ancaman-menyembunyikan-ilmu/)

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Back to top button