IBRAH

Ketika Kapal Bocor: Seni Bertahan dari Jurang Titik Nol

Seorang teman Agus, mantan pegawai bank dengan jabatan mentereng, kini menjadi penjual kopi keliling. Awalnya malu, kini justru menemukan kebahagiaan sejati. “Pelanggan saya banyak, dan saya bisa mengatur waktu sendiri,” katanya. Ia kehilangan jabatan, tapi menemukan kebebasan dan ketenangan batin. Mantan manajer perusahaan tambang lain yang kini jadi pembuat ukiran kayu di desa bilang, “Dulu saya mengatur banyak orang, sekarang saya mengatur ketenangan diri sendiri.”

Hidup memang seringkali tidak sesuai rencana, tapi ia tetap bisa indah jika kita berhenti membandingkan realitas hari ini dengan kejayaan masa lalu.

Catatan Kaki: Shit Will Happen Again

Saat Anda berhasil bangkit, jangan pernah lupa bahwa Shit will happen again. Mungkin dalam bentuk yang berbeda: masalah kesehatan, kehilangan orang yang dicinta, atau perubahan teknologi besar yang tak bisa dikontrol.

Tapi kali ini, Anda sudah punya modal paling berharga: pengalaman. Anda sudah tahu caranya.

Simpan tabungan darurat. Rawat relasi baik dengan orang lain. Jaga kewarasan mental. Jangan pernah menyepelekan persiapan-persiapan kecil, karena itulah yang akan menjadi pelampung paling berharga ketika kapal Anda kembali bocor.

Hidup tidak menuntut drama, hanya keberanian untuk berjalan lagi. Karena pada akhirnya, kebahagiaan bukan tentang seberapa sedikit “shit” yang menimpa Anda, tetapi seberapa cepat dan tangguh Anda bisa bangkit setiap kali terjatuh.

Shit happens. Tapi, seperti kata orang bijak, “You can’t stop the rain, but you can learn to dance in it.”

“Anda tidak bisa menghentikan hujan, tapi Anda bisa belajar menari di tengah hujan itu.” []

Muhibbullah Azfa Manik

Laman sebelumnya 1 2 3
Back to top button