RESONANSI

Konsep Diri Ibadurrahman sebagai Jalan Pengembangan Potensi Diri

Setiap orang memiliki impian dalam kehidupannya, mereka yang mampu melakukan pengembangan personal yang kemudian memiliki peluang besar untuk mencapainya. Pengembangan personal atau yang biasa dikenal dengan pengembangan diri ini yang membuat seseorang mampu mengeluarkan potensi diri terbaik, yang dapat membuat seseorang tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang unik, pribadi yang memiliki kekhasan dan ketajaman kelebihan dibanding yang lain.

Pengembangan diri meliputi segala aktivitas yang mengembangkan kapabilitas dan potensi personal, membangun sumber daya manusia, memfasilitasi kinerja, meningkatkan kualitas hidup dan memberikan kontribusi dalam mewujudkan impian dan cita-cita. Sehingga merupakan sebuah proses yang dilakukan untuk membentuk potensi, bakat, sikap, perilaku dan kepribadian atau karakter seseorang.

Karena begitu pentingnya pengembangan diri dalam upaya menjadikan pribadi diri terbaik, yang terbentuk segala potensi hingga karakternya, juga yang tercapai semua impian dan cita-citanya, oleh karena itu perlu di temukan cara terbaik yang bisa dilakukan untuk memproses pengembangan diri tersebut dengan serius dan sungguh-sungguh.

Secara teori, ada banyak cara yang bisa dicoba dilakukan untuk mengembangkan potensi diri, mulai dari mengenali diri sendiri termasuk kelebihan dan kelemahan, keterampilan dan kinerja, juga tantangan dan hambatan, hingga menemukan hal yang menjadi minat yang ingin dikembangkan. Kemudian mengasahnya dengan meningkatkan ilmu dan kemampuannya melalui proses belajar yang berkelanjutan. Dan sebagaimana sebuah proses belajar, mengharuskan adanya guru atau pembimbing yang memantau dan memberikan arahan, juga menyetimulus untuk terus mempelajari hal baru dan memberikan teladan cara menyikapi segala hal yang terjadi di luar keinginan.

Namun kenyataannya, pun banyak yang sudah melakukan berbagai cara untuk mengembangkan diri, kebanyakan belum berhasil mencapai apa yang diinginkannya. Salah satu hal yang menjadi sebabnya adalah konsep diri yang belum stabil dan atau negatif.

Konsep diri adalah pikiran dan perasaan seseorang tentang dirinya, termasuk sesuatu yang mungkin dicapainya di masa yang akan datang. Konsep diri membentuk pola pikir dan pola keyakinan seseorang. Sedangkan pola pikir seseorang mempengaruhi caranya melihat dan mengartikan sesuatu. Dan cara melihat dan mengartikan sesuatu itu mempengaruhi perasaannya, dan perasaan itu yang kemudian mempengaruhi tindakan yang kemudian berdampak langsung pada hasil yang di dapat.

Persepsi seseorang terhadap dirinya sendiri terbentuk melalui pengalaman hidup dan interaksi dengan lingkungan serta pengaruh dari orang-orang yang dianggap penting. Segala yang seseorang alami, dengar, lihat, rasakan, dan lakukan, sangat berpengaruh terhadap pembentukkan dan perubahan konsep diri. Sehingga wajar pembentukkan dan perubahan konsep diri itu memerlukan waktu yang relatif tidak sebentar dan berdasarkan persepsi seseorang tentang sikap orang lain terhadap dirinya.

Sebenarnya konsep diri sudah mulai berkembang sejak seseorang lahir dan mulai membedakan antara dirinya dan bukan dirinya. Kemudian berkembang menjadi pengalaman dirinya sebagai dirinya, dirinya sebagai pikirannya tentang dirinya, dirinya sebagai pikiran orang lain tentang dirinya, dan dirinya sebagai pikiran dirinya tentang pikiran orang lain terhadap dirinya. Sehingga standarnya konsep diri dipengaruhi oleh reaksi dan respon orang lain, penilaian diri, dan peran yang dijalankan seseorang.

Perkembangan standar konsep diri tersebut menjadikan konsep diri bisa berkembang menjadi positif atau negatif. Konsep diri positif terlihat dari pengetahuan seseorang tentang ciri-ciri dirinya, memiliki pemahaman dan penilaian yang akurat tentang dirinya, menerima dirinya apa adanya secara utuh, objektif, realistis, tidak berlebihan, dan tidak merendahkan, juga memiliki harapan dan cita-cita yang masuk akal atau rasional. Sedangkan konsep diri negatif terlihat dari kurang mampunya seseorang melihat dirinya secara utuh dan bijak, kurang mengetahui ciri-ciri dirinya, juga tidak mampu bersikap objektif dan menerima dirinya, melakukan penilaian diri yang tidak akurat sehingga lebih berfokus kepada kekurangan yang dimiliki.

Sehingga, beberapa hal yang bisa digarisbawahi dari perkembangan standar suatu konsep diri adalah:

1 2Laman berikutnya
Back to top button