Krisis Tenaga Medis, Israel Kehilangan 1.370 Dokter dalam Tiga Tahun
Ater memperingatkan bahwa tren ini berisiko memburuk seiring dengan dinamika politik menjelang pemilihan umum Israel yang dijadwalkan pada 27 Oktober mendatang.
Fenomena ini menambah daftar panjang indikasi meningkatnya gelombang emigrasi dari Israel.
Studi terpisah dari Tel Aviv University pada Agustus lalu menemukan bahwa 268.509 warga Israel telah meninggalkan negara tersebut selama rentang 2023 hingga 2025 untuk jangka waktu minimal tiga bulan.
Berbagai media lokal mengaitkan kenaikan angka kepindahan ini dengan situasi perang yang berlarut-larut, tingginya biaya hidup, serta krisis politik domestik.
Jajak pendapat dari lembaga Kantar pada Agustus menunjukkan bahwa satu dari lima warga Israel pernah mempertimbangkan untuk beremigrasi dalam dua tahun terakhir. []
Sumber: Anadolu Agency






