SURAT PEMBACA

Muhasabah atas Musibah

Ibu pertiwi kembali menangis. Satu demi satu anak-anak bangsa dihunjam petaka. Tidak hanya jatuhnya pesawat Sriwijaya Air, tapi juga terjadi gempa di Sulawesi Barat, banjir di Kalimantan Selatan, Manado Sulawesi Utara, Tobelo Halmahera Maluku Utara. Kemudian banjir bandang di Jember, banjir dan longsor di Sumedang, gempa di Pantai Pangandaran, hingga erupsi Gunung Semeru, yang seluruhnya terjadi di awal tahun.

Masih terus terjadi di berbagai sudut Zamrud Khatulistiwa, bumi menggeliat dan menampakkan keakuannya. Ini tentu bukan tanpa sebab. Ribuan warga terdampak bencana di seluruh Indonesia kini mengungsi di tengah pandemi. Mereka berada di lokasi pengungsian tanpa banyak pilihan apalagi persiapan.

Mitigasi bencana bersama masyarakat, terjun langsung ke wilayah terdampak. Membantu para korban yang kehilangan harta, dan juga nyawa. Korban berguguran tak mampu dibendung. Tanda pagar KalselJugaIndonesia pun sempat meraja di jagat maya. Menunjukkan keberadaannya yang ingin mendapat perhatian yang sama dari penguasa, seperti halnya wilayah lainnya.

Banjir besar yang melanda Kalimantan Selatan diduga kuat akibat berkurangnya hutan primer dan sekunder yang terjadi dalam rentang 10 tahun terakhir. Demikian menurut tim tanggap darurat bencana di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). (bbc news indonesia, 18/1/2021).

Bahkan tampilan drone di Pegunungan Meratus, memang menunjukkan penggundulan hutan besar-besaran. Dari tahun ke tahun, warna hijau yang menyelimuti permukaannya pun menghilang. LSM Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mendesak pemerintah untuk mengevaluasi seluruh pemberian izin tambang dan perkebunan sawit di provinsi itu lantaran menjadi pemicu degradasi hutan secara masif.

Dari Ibnu Umar Radhiyallaahu anhu disampaikan bahwa satu ketika dibawa ke hadapan Rasulullahu Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sepotong emas. Emas itu adalah emas zakat yang pertama sekali dibawa oleh Bani Sulaim dari pertambangan mereka. Maka sahabat berkata: “Wahai Rasulullah! Emas ini adalah hasil dari tambang kita”. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab, “Nanti kamu akan dapati banyak tambang-tambang, dan yang akan menguasainya adalah orang-orang jahat.” (HR. Baihaqi).

Maka tidak heran jika saat ini kita melihat banyak eksplorasi alam yang dilakukan tanpa mengindahkan kaidah yang berlaku. Bukan hanya Kalimantan, wilayah lain pun seperti itu. Pada gilirannya, masyarakat juga yang menanggung akibatnya. Kerusakan alam menyebabkan dampak yang luar biasa bagi kehidupan manusia.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Back to top button