NUIM HIDAYAT

Orde Cinta dan Saatnya Hancurkan Sistem-Peralatan Militer di Dunia

Saya salut dengan Habiburrahman el Shirozy dan Haidar Bagir. Habiburrahman menulis buku-buku cinta yang Islami. Ayat Ayat Cinta (1 dan 2), Ketika Cinta Bertasbih, Dalam Mihrab Cinta, Cinta Suci Zahrana, Bumi Cinta dan lain-lain.

Buku yang ditulis Habib ini banyak yang best seller, dicetak mungkin ratusan ribu. Tapi yang mengagumkan adalah buku-bukunya ini juga sukses difilmkan. Jutaan orang menonton film Ayat Ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih dan lain-lain.

Habib berhasil menyajikan percintaan dari perspektif Islam. Bukan cinta ala dunia sekuler atau barat. dimana menurut mereka cinta adalah kasih sayang laki-laki dan perempuan serta ujungnya zina. Zina dianggap mereka hal yang biasa, bukan sesuatu yang membahayakan bagi manusia. Bagi mereka zina adalah bukti percintaan. Maka lihatlahh film-film Barat, di sana akan kita temui zina bukan tabu bagi mereka.

Habib menyajikan sebuah percintaan laki-laki dan perempuan dalam hubungan yang suci. Tidak boleh percintaan dibarengi denggan ciuman, perabaan, zina atau hal-hal yang mengundang syahwat. Cinta yang suci diwujudkan dalam pernikahan. Setelah nikah laki-laki dan perempuan itu boleh ‘sesukanya’ mewujudkan percintaannya.

Dengan diselingi pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an, pembacaan puisi dan sejenisnya, film Habib menjadi ‘powerfull’ untuk memberi gambaran yang bagus tentang percintaan dalam Islam.

Selain Habib, dalam masalah cinta ini saya juga salut pada Haidar Bagir. Pendiri penerbit buku besar Mizan ini mendirikan dan melakukan Gerakan Islam Cinta di seluruh tanah air. Gerakan yang ingin menghadirkan bahwa Islam itu nilai-nilai yang akan membuat manusia cinta. Islam itu hadir karena kecintaannya kepada manusia. Allah itu Maha Cinta. Allah cinta kepada manusia dengan memberinya petunjuk agar manusia hidup selamat dunia dan alam setelah dunia. Allah memberikan risalah cintaNya yaitu Al-Qur’an. Bila Al-Qur’an berbentuk ‘kertas’, maka Allah juga memberi manusia langsung sebuah teladan kehidupan, yaitu Nabi Muhammad.

Gerakan Islam Cinta bisa dimaknai gerakan cinta kepada sesama agar mereka mencintai Tuhan Allah, Rasul-RasulNya dan Al-Qur’an.

Melihat gerakan Haidar ini, terus terang saya pernah mengirim email kepadanya. Saya katakan saya salut dengan gerakannya dan saya mengusulkan bagaimana kalau kita buat gerakan penghancuran senjata-senjata militer di dunia. Haidar menyambut positif ide saya dan menanyakan bagaimana caranya. Saya katakan caranya dengan membuat kampanye, seminar dan lain-lain. Gerakan ini dibuat sampai presiden atau tokoh-tokoh dunia paham bahwa persenjataan militer itu hanya akan menghancurkan manusia. Senjata militer hanya akan membuat kerusakan manusia. Senjata militer hanya akan membuat orang saling membunuh sesamanya.

Selain kepada Haidar, email saya tentang hal ini juga saya kirimkan ke Ustadz Syamsi Ali dan Prof Wan Daud.

Dulu memang orang yang hebat adalah orang yang bawa senjata. Orang yang menaklukkan orang lain dengan senjata (apakah dengan pedang, pistol, nuklir dll).

Kini beda zamannya. Kini zaman internet. Orang dikatakan hebat bukan yang hebat mengalahkan lawan dengan fisiknya. Kini yang disebut hebat adalah orang yang dapat mengalahkan orang lain dengan fikirannya. Mengalahkan orang lain dengan ide-idenya. Mengalahkan orang lain dengan hatinya.

Kini bukan zaman perang fisik. Kini zaman perang pemikiran. Kini zaman pertarungan ide, pertarungan gagasan.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Back to top button