#Piala Dunia 2026SPORTS

Penalti Mbappe Antar Prancis Lawan Maroko di Perempat Final

Sebagai tim peringkat 41 dunia, Paraguay sebelumnya telah mengejutkan publik dengan menyingkirkan Jerman lewat adu penalti di babak lalu. Mereka datang ke pertandingan ini dengan ambisi besar untuk kembali menumbangkan tim raksasa dunia lainnya.

Mereka bermain rapat menggunakan formasi lima bek di lini belakang dan bertahan dengan blok yang sangat rendah. Skuad Amerika Selatan ini juga tampak sangat menikmati permainan sinis demi merusak ritme serangan yang dibangun Prancis.

Pendekatan fisik tersebut sempat memicu emosi Mbappe hingga terlibat dalam aksi saling dorong dengan gelandang lawan, Andres Cubas. Beberapa saat kemudian, Matias Galarza juga kedapatan melakukan tindakan kasar tanpa bola terhadap kapten Prancis tersebut.

Prancis praktis memegang kendali penuh atas aliran bola tetapi sangat kesulitan untuk menembus kotak penalti lawan. Kondisi tersebut memaksa para pemain gelandang mereka melakukan spekulasi dengan melepaskan tendangan jarak jauh.

Manu Kone sempat melepaskan satu tembakan keras yang berbelok arah hingga menyamping tipis dari gawang di pertengahan babak pertama. Dirinya kembali mengancam lewat tendangan yang berhasil ditepis oleh kiper Orlando Gill tidak lama setelah babak kedua dimulai.

Upaya Paraguay untuk membuat frustrasi para pemain Prancis sempat berjalan sesuai dengan rencana sang pelatih. Namun, strategi bertahan dengan cara-cara provokatif seperti itu terbukti memiliki batas keefektifan di atas lapangan.

Melihat Michael Olise dan Ousmane Dembele kesulitan memberikan dampak, Deschamps memilih untuk melakukan pergantian taktik di lini depan. Beliau menarik keluar Bradley Barcola dan memasukkan Doue untuk mengisi posisi krusial di sayap kiri.

Pergantian pemain tersebut dilakukan setelah laga berjalan satu jam dan Doue langsung memberikan dampak instan bagi tim. Saat dirinya mencoba melakukan dribel melewati barisan pertahanan Paraguay, ia dijatuhkan akibat kontak fisik dari Diego Gomez.

Pelanggaran tersebut terlihat sangat jelas sehingga wasit asal Uzbekistan langsung menunjuk titik putih setelah melakukan peninjauan ulang. Dembele kemudian maju untuk melindungi titik penalti dari gangguan beberapa pemain Paraguay yang mencoba merusak rumput.

Mbappe yang bertindak sebagai eksekutor utama dengan tenang melangkah maju dan mengarahkan bola ke dalam gawang. Setelah berhasil menang lewat adu penalti di babak sebelumnya, pertahanan kokoh Paraguay kali ini justru runtuh oleh hukuman penalti.

Laga ini memang diakui bukan merupakan penampilan terbaik dari generasi emas tim nasional Prancis saat ini. Namun, Mbappe hampir saja menambah keunggulan pada masa perpanjangan waktu sebelum mereka memastikan satu langkah lebih dekat menuju target juara.

Sebagai catatan sejarah, pada Piala Dunia 1998 silam Prancis juga membutuhkan gol emas untuk mengalahkan Paraguay di fase yang sama. Menariknya, setelah melewati hadangan tersebut mereka berhasil keluar sebagai juara dunia untuk pertama kalinya. []

Sumber: Aljazeera.com/AFP

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button