AKIDAH

Perbanyak Mengingat Kematian

Tidak ada sesuatu yang membuat manusia merasa takut yang teramat sangat, kecuali ketika akan berpisahnya ruh dari jasad, yaitu kematian.

Menghadapinya saja sudah mampu menghilangkan seluruh kelezatan dan kenikmatan dunia, terlebih lagi merasakannya. Maka tidak ada obat yang paling mujarab untuk jadi orang yang bertakwa kecuali sering sering mengingat kematian. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ

Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan” (HR. An Nasai no. 1824, Tirmidzi no. 2307 dan Ibnu Majah no. 4258)

Diantara parameter menjadi taqwa, misalnya dengan mengingat kematian shalat seseorang akan terlihat lebih khusyu’ begitu juga terkait dengan hal yang lain menyangkut seluruh amal dalam aspek kehidupan, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اذكرِ الموتَ فى صلاتِك فإنَّ الرجلَ إذا ذكر الموتَ فى صلاتِهِ فَحَرِىٌّ أن يحسنَ صلاتَه وصلِّ صلاةَ رجلٍ لا يظن أنه يصلى صلاةً غيرَها وإياك وكلَّ أمرٍ يعتذرُ منه

“Ingatlah kematian dalam sholatmu karena jika seseorang mengingat mati dalam shalatnya, maka ia akan memperbagus shalatnya. Shalatlah seperti shalat orang yang tidak menyangka bahwa ia masih punya kesempatan melakukan shalat yang lainnya. Hati-hatilah dengan perkara yang kelak malah engkau meminta udzur (meralatnya) (karena tidak bisa memenuhinya).” (HR. Ad Dailami dalam musnad Al Firdaus. Hadits ini hasan sebagaimana kata Syaikh Al Albani)

Mengingat kematian menjadikan seseorang semakin mempersiapkan diri untuk berjumpa dengan Allah Ta’ala. Karena barangsiapa mengetahui bahwa ia akan menjadi mayit kelak, ia pasti akan berjumpa dengan Allah. Jika tahu bahwa ia akan berjumpa Allah kelak padahal ia akan ditanya tentang amalnya di dunia, maka ia pasti akan mempersiapkan jawaban.

Mengingat kematian akan membuat seseorang memperbaiki hidupnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أكثروا ذكر هَاذِمِ اللَّذَّاتِ فإنه ما ذكره أحد فى ضيق من العيش إلا وسعه عليه ولا فى سعة إلا ضيقه عليه

“Perbanyaklah banyak mengingat pemutus kelezatan (yaitu kematian) karena jika seseorang mengingatnya saat kehidupannya sempit, maka ia akan merasa lapang dan jika seseorang mengingatnya saat kehiupannya lapang, maka ia tidak akan tertipu dengan dunia (sehingga lalai akan akhirat).” (HR. Ibnu Hibban dan Al Baihaqi)

Kematian, sesungguhnya merupakan hakikat yang menakutkan, akan menghampiri semua manusia dan itu pasti. Tidak ada yang mampu menolaknya. Dan tidak ada seorangpun kawan yang mampu menahannya. Maka persiapkan dengan bekal taqwa agar tak menyesal selamanya.

Wallahu a’lam

Abu Miqdam
Komunitas Akhlak Mulia

Artikel Terkait

Back to top button