Presiden Iran: AS Sebut Kami Teroris, tapi Kami Adalah Korban Para Teroris
Pezeshkian membuka peluang untuk negosiasi, sembari mengecam standar ganda komunitas internasional.
Jakarta (Suaraislam.id)– Dalam pidato tegas di Majelis Umum PBB, Presiden Iran Masoud Pezeshkian melontarkan kecaman keras terhadap ancaman Presiden AS Donald Trump dari podium yang sama sehari sebelumnya untuk menghancurkan Iran. Namun, ia tetap membuka peluang bagi diplomasi untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir tujuh bulan.
“Presiden AS menyebut kami teroris, tetapi kami adalah korban para teroris,” kata Pezeshkian pada Rabu (23/09/2026).
Dalam pidatonya, Pezeshkian mengangkat foto mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, yang terbunuh dalam serangan gabungan AS-Israel pada awal perang pada Februari, serta foto sejumlah siswi yang tewas dalam serangan udara AS yang diduga menghantam sekolah mereka di kota Minab, Iran selatan.
“Mereka menyerang kami, tetapi kami tidak menundukkan kepala dan tidak bertekuk lutut,” kata Pezeshkian.
Ketika Presiden Iran mulai menyampaikan pidatonya, seorang pejabat dari delegasi AS meninggalkan aula besar tersebut. Delegasi Israel juga memboikot pidato tersebut.
“Trump harus tahu bahwa perlawanan rakyat Iran hanya akan semakin kuat menghadapi sanksi, tekanan yang meningkat, dan tindakan intimidasi,” kata Pezeshkian.
Namun, Pezeshkian, yang relatif berhaluan moderat dalam sistem pemerintahan Iran, juga membuka peluang untuk negosiasi. Ia mengatakan:
“Iran mengulurkan tangannya kepada dunia.”
“Kami mengundang dunia dan menyerukannya, bukan karena kelemahan, tetapi karena keyakinan mendalam terhadap kekuatan dan keteguhan kami untuk bekerja sama dan berkolaborasi, dengan pemahaman mendalam bahwa tidak ada seorang pun di kawasan ini yang dapat memperoleh keamanan sendirian,” katanya.
“Pertemuan yang Sangat Baik”
Pada Selasa, Trump mengatakan menantunya, Jared Kushner, dan Steve Witkoff, yang keduanya memimpin perundingan dengan Teheran, telah melakukan pertemuan selama tiga jam dengan para pejabat Iran.
“Mereka mengadakan pertemuan yang sangat baik, pertemuan yang sangat produktif,” kata Trump kepada wartawan di PBB. Ia menambahkan bahwa menurutnya terdapat “banyak momentum” menuju tercapainya kesepakatan.
Trump kemudian mengatakan bahwa pembicaraan masih berlangsung dan bahwa ia yakin penyelesaian pada akhirnya akan tercapai.
Pernyataan tersebut muncul setelah Trump dalam pidatonya di hadapan para delegasi PBB kembali mengancam akan menghancurkan Iran.
“Akankah tercapai kesepakatan dengan Iran yang memungkinkan mereka membangun kembali dan menciptakan negara yang jauh lebih besar daripada sebelumnya?” kata Trump.
“Atau apakah saya menghancurkan Republik Islam itu dan melakukannya dengan cepat, tanpa pernah memberi mereka kesempatan untuk kembali membunuh dan menghancurkan manusia serta negara-negara lain?”






