NUIM HIDAYAT

Kita Sunni, Bolehkah Mendukung Iran yang Dizalimi AS dan Israel?

Salah satu kosakata penting dalam Al-Qur’an adalah keadilan. Kata adil dan turunannya disebut sebanyak 28 kali dalam Al-Qur’an. Selain itu, Al-Qur’an juga menggunakan kata qisṭ untuk makna keadilan yang tercatat sebanyak 25 kali.

Al-Qur’an menyerukan kita untuk bersikap adil, baik dalam bertindak maupun berpikir. Para nabi, selain ditugaskan menyampaikan risalah, juga diutus Allah Swt. untuk menegakkan keadilan.

لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنْزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ ۖ وَأَنْزَلْنَا الْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ وَرُسُلَهُ بِالْغَيْبِ ۚ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ

“Sungguh, Kami benar-benar telah mengutus rasul-rasul Kami dengan bukti-bukti yang nyata dan Kami menurunkan bersama mereka Kitab dan neraca (keadilan) agar manusia dapat berlaku adil. Kami menurunkan besi yang mempunyai kekuatan hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, agar Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya walaupun (Allah) tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa.” (QS. Al-Hadid: 25)

Al-Qur’an juga memerintahkan penegakan keadilan meskipun terhadap diri sendiri maupun keluarga. Namun dalam realitas kehidupan, banyak orang yang ketika menjabat lebih mengutamakan keluarga atau kerabat daripada rakyatnya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَىٰ أَنْفُسِكُمْ أَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ

“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak keadilan dan saksi karena Allah, sekalipun terhadap dirimu sendiri, ibu bapak, dan kaum kerabatmu.” (QS. An-Nisa’: 135)

Al-Qur’an turut menegaskan bahwa kebencian terhadap suatu kaum tidak boleh membuat kita berlaku tidak adil. Banyak di antara kita yang membenci Iran atau Syiah, tetapi enggan melihat kelebihannya. Ketika seseorang sudah diliputi kebencian, biasanya hanya kekurangan yang terlihat tanpa melihat sisi positif sama sekali.

Oleh karena itu, Al-Qur’an mengingatkan:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تعدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah (ketika) menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Ma’idah: 8)

Syiah memang memiliki perbedaan mendasar dengan Sunni. Mereka lebih mengagungkan Ali bin Abi Thalib daripada Abu Bakar, Umar, dan Utsman, bahkan sebagian kelompok radikalnya sampai mengafirkan Abu Bakar dan Umar. Selain itu, Syiah memusuhi Aisyah r.a. karena peristiwa Perang Jamal dan hanya membenarkan sebagian kecil sahabat, sementara puluhan sahabat lain dianggap menyimpang.

Di samping perbedaan tersebut, terdapat pula persamaan antara keduanya. Sunni dan Syiah sama-sama berpegang pada Al-Qur’an yang sama, di mana mufasir Syiah tetap menggunakan teks mushaf yang sama sebagaimana mufasir Sunni. Persamaan lainnya adalah sama-sama mengagungkan dan mencintai Rasulullah saw.

Sebagian ulama Sunni menyatakan bahwa Syiah adalah kelompok sesat dan ahlul bid’ah, tetapi tidak sampai kafir. Meskipun demikian, ada pula sebagian ulama Sunni yang mengafirkan mereka.

Secara objektif, adanya perbedaan penilaian terhadap sahabat dapat dipahami karena para sahabat tidak makshum. Sebagai kalangan Sunni, kita tentu menilai bahwa doktrin Syiah tersebut keliru.

Dinamika persamaan dan perbedaan tersebut mendorong para ulama dunia mengadakan taqrib (pendekatan) antara Sunni dan Syiah secara berulang kali. Tujuannya agar perbedaan mazhab tidak memicu pertumpahan darah, melainkan membangun sikap saling menghormati.

1 2 3Laman berikutnya
Back to top button