INTERNASIONAL

Profesor John Esposito, Cendekiawan Peruntuh Tembok Islamofobia di AS Wafat

Sepanjang kariernya, ia pernah menjabat sebagai Presiden Middle East Studies Association of North America dan American Academy of Religion. Ia juga menerima sejumlah penghargaan bergengsi, termasuk:

  • Martin E. Marty Award for the Public Understanding of Religion dari American Academy of Religion.
  • Quaid-e-Azam Award dari Pakistan atas kontribusinya yang luar biasa dalam studi Islam.

Ucapan Belasungkawa Mengalir dari Dunia Islam

Kabar wafatnya Esposito memicu gelombang penghormatan dari berbagai tokoh di dunia Islam. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, melalui unggahan di Facebook, mengenang persahabatan mereka yang telah berlangsung lebih dari lima dekade sejak pertama kali bertemu pada awal 1970-an.

Anwar menyebut Esposito sebagai seorang ilmuwan yang membangun fondasi intelektual bagi pemahaman Barat yang lebih mendalam terhadap Islam dan menyebutnya sebagai “sahabat sejati dunia Islam.” Menurut Anwar, karya-karya Esposito memiliki arti yang sangat penting terutama setelah serangan 11 September 2001, ketika dunia sangat membutuhkan pemahaman yang benar mengenai Islam.

Akademisi Palestina-Amerika Sami Al-Arian, yang kini memimpin Center for Islam and Global Affairs di Istanbul Sabahattin Zaim University, juga mengenang Esposito. Ia mengingat bagaimana Esposito berulang kali menjenguknya ketika dirinya menjalani tahanan rumah di Amerika Serikat akibat kasus “terorisme” yang kontroversial, sebelum akhirnya dideportasi ke Turki pada tahun 2015.

“Saya kehilangan bukan hanya seorang sahabat dekat, tetapi juga salah satu cendekiawan dan pejuang kemanusiaan terbesar pada zaman kita,” tulis Al-Arian di media sosial.

Ia menambahkan bahwa Esposito adalah sosok yang “membangun jembatan di zaman ketika banyak orang justru membangun tembok.” Duka cita mendalam juga disampaikan oleh Council on American-Islamic Relations (CAIR), organisasi hak-hak sipil Muslim terbesar di Amerika Serikat.

Direktur Eksekutif Nasional CAIR, Nihad Awad, mengatakan bahwa Esposito mengabdikan hidupnya untuk menghadirkan pemahaman yang akurat mengenai Islam dan umat Islam. Dedikasi tersebut diberikan pada masa ketika misinformasi serta prasangka buruk sering kali mendominasi ruang publik Barat.

Menurut Awad, karya-karya Esposito telah membantu mendidik berbagai generasi mahasiswa, pembuat kebijakan, jurnalis, dan pemimpin agama di seluruh dunia. Awad menggambarkannya sebagai:

“Bukan hanya seorang akademisi luar biasa, tetapi juga seorang sahabat yang penuh kasih dan suara yang sangat dipercaya.”

John L. Esposito meninggalkan seorang istri, Dr. Jeanette P. Esposito. [Hebab Habib]

Sumber: Aljazeera.com

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button